Hukum & Kriminal

Diwaduli PCNU, Kapolres Jember akan Bentuk Tim Khusus

Jember (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Resor Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono baru dilantik dan baru hari ini masuk kerja di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (17/2/2020). Namun dia sudah mendapat pengaduan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember.

Dalam tatap muka dengan para pengurus Gerakan Pemuda Ansor di kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember, Wakil Ketua PCNU Ayub Junaidi menyampaikan beberapa keluhan kiai.

“Ada laporan dari kiai-kiai terkait maraknya perjudian dan narkoba di tingkat desa. Jadi di Jember sekarang, anak-anak di desa mulai banyak jual pil koplo. Bagaimana nasib generasi muda kita? Padahal anak SD dan SMP. Sudah mulai menyebar. Di kota malah aman,” katanya.

Ayub mengatakan, ini tugas berat bagi Kapolres. “Insya Allah tugas seberat apapun kalau dikolaborasikan antara aparat keamanan Polres Jember dengan seluruh masyarakat, termasuk dengan GP Ansor, bisa diselesaikan,” katanya.

GP Ansor Jember sudah menginstruksikan kepada seluruh kader dan pengurus untuk melapor dan berkoordinasi dengan polisi, jika menemukan indikasi perjudian dan narkoba. “Tidak usah main hakim sendiri,” kata Ayub.

Usai acara, Aris mengatakan kepada pers, akan mengevaluasi persoalan narkoba di Jember. “Kedua, kami akan bentuk tim khusus untuk menangani narkoba. Informasi tadi mengatakan narkoba sudah meresahkan, karena sampai tingkat desa,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar