Hukum & Kriminal

Silaturahmi Kapolres Jombang dengan PWI-IJTI

Diumpan Wartawan, Dieksekusi Polisi

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho (tengah) saat memberikan sambutan di hadapan wartawan, Rabu (11/11/2020) [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menggelar silaturahmi dengan wartawan yang tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) di sebuah rumah makan, Rabu (11/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jombang mengapresiasi kinerja wartawan di lapangan. Utamanya dalam penaggulangan Covid-19 di Kota Santri. Pemberitaan wartawan banyak membantu dalam menyosialisasikan pentingnya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, Kapolres juga banyak mendapatkan ide dari berita yang disajikan oleh wartawan. Umpan dari wartawan lewat berita itulah yang kemudian dieksekusi oleh polisi. “Tidak jarang saya mengeluarkan kebijakan yang bermula dari pemberitaan wartawan,” ujar Agung Setyo Nugroho yang belum genap satu tahun berdinas di Jombang ini.

Agung mencontohkan kebijakan pendirian rumah pintar yang ada di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh. Hal itu berawal ketika murid sekolah diwajibkan melakukan pembelajaran daring (dalam jaringan) sebagai dampak pandemi Covid-19. Dalam situasi itu, wartawan Jombang mengangkat berita tentang anak-anak Desa Marmoyo yang kesulitan belajar daring atau onlie.

Pasalnya di desa tersebut tidak ada jaringan telepun seluler. Dari pemberitaan itu, Polres Jombang kemudian menginisiasi berdirinya rumah pintar. Polres Jombang mengirimkan 10 unit komputer ke desa tersebut berikut perangat wifi. Semua peralatan tersebut ditaruh di balai desa.

“Walhasil, anak-anak sekolah yang tadinya kesulitan belajar daring, akhirnya menemukan solusi. Mereka belajar di balai desa yang kita beri nama rumah pintar. Sekali lagi, ide mendirikan rumah pintar itu dari berita teman-teman wartawan,” ujar Kapolres.

Kapolres melanjutkan, adanya sinergitas polisi dan wartawan juga sangat membantu kinerja institusinya. Karena banyak sekali kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 akhirnya tersampaikan ke masyarakat. Semisal soal pendirian KTS (Kampung Tangguh Semeru), pasar tangguh, serta pentingnya memakai masker.

“Karena ada wartawan, seluruh kegiatan dan pesan yang kami sampaikan lebih bergaung ke masyarakat. Sehingga masyarakat menerima pesan-pesan tersebut. Baik itu soal kamtibmas maupun terkait penanggulangan Covid-19,” kata Kapolres Jombang.

Wartawan memakai masker saat pertemuan dengan Kapolres Jombang, Rabu (11/11/2020)

Agung mengungkapkan, agenda silaturahmi dengan media itu sebenarnya sudah dirancang sejak lama. Yakni sejak dirinya menjabat sebagai Kapolres Jombang. Namun, karena situasi yang tidak memungkinkan, akhirnya baru terlaksana. “Saya sudah lama pesan ke Subbag Humas agar ada agenda siluturahmi dengan wartawan. Tapi memang situasinya pandemi, jadi sekarang baru terealisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jombang juga menerima sejumlah masukan dari para kuli tinta. Semisal yang disampaikan Ketua PWI Jombang Sutono Abdilla. Sutono mengingatkan Kapolres jika ada sengketa jurnalistik, maka diarahkan ke Dewan Pers. Bukan ditindaklanjuti dengan pasal pidana.

Sedangkan Ketua IJTI Korda Majapahit Muchtar Bagus memberi masukan soal pers rilis dari kepolisian bukan hanya bentuk tulisan. Namun juga bisa mengakomodir wartawan televisi, yakni ketersediaan video. “Karena wartawan televisi itu beritanya dalam bentuk video,” ujarnya.

Dalam silaturahmi yang diikuti puluhan wartawan tersebut, Kapolres Jombang juga membagikan masker. Masing-masing wartawan mendapatkan masker untuk digunakan di lapangan ketika melakukan liputan. Hal itu sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar