Hukum & Kriminal

Ditutup, Ini Sorotan Operasi Mantab Brata di Polres Tanjung Perak

Kapolrestabes memberikan sambutan saat penutupan operasi Mantab Brata di Mapolres Tanjung Perak, Surabaya, Senin (21/10/2019). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Usai dilakukannya sumpah jabatan dan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menandai penutupan Operasi Mantab Brata di Polresta Tanjung Perak Surabaya. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antoniud Agus, menyebutkan perbedaan pilihan selama pemilu sudah berlalu. Sebab selama pemilu tak bisa dipungkiri adanya perpecahan baik di Warga, TNI, Polri dan bahkan jurnalis.

“Kubur masa lalu akan adanya perbedaan dukungan politik. Kita harus bersatu membangun Indonesia khususnya Surabaya wilayah Perak,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Opersi Mantab Brata 2018 yang berjalan selama 367 hari ini membuat masyarakat, media dan aparat keamanan bekerja keras. Politik dan hoaks menjadi operasi terberat yang selama ini berlangsung.

Oleh sebab itu, perbedaan selama tahun politik bisa mendewasakan masyarakat, penegak hukum dan media.
Sementara saat ditanya mengantisipasi adanya hoaks, Kapolrest menyebutkan pencetakan kaos sangat efektif. Sebab, kaos akan digunakan masyarakat, media dan juga petugas jajaran selama kegiatan keseharian.

“Mencetak kaos anti hoaks salah satu cara mendidik masyarakat melawan hoaks. TNI dan Polri mengucapkan terimakasih ke insan media dan netizen atas partisipasinya operasi mantabrata. Jangan sampai wartawan dan polisi terpecah dengan adanya pemberitaan isu hoaks,” paparnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar