Hukum & Kriminal

Dituntut 7 Tahun, Penggorok Leher Bos Sinarmas Menangis

Kediri (beritajatim.com) – Masih ingat kasus percobaan pembunuhan terhadap bos Sinarmas Kediri? Dimana, pelakunya adalah Ririn Septiviana (44) karyawannya sendiri. Kasus tersebut sudah bergulir di persidangan.

Rabu (23/1/2019) Ririn menghadapi tuntutan. Dia hanya bisa menangis saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta supaya Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Ririn dinilai jaksa telah melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap pimpinannya Jonny Suwono (44) dengan cara menggorok leher korban menggunakan senjata tajam. Perbuatan terdakwa bertentangan dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Tuntutan dibacakan oleh jaksa Tomi. Dalam materi tuntutan tersebut, JPU menyatakan, terdakwa ingin menghilangkan nyawa korban. Perbuatan terdakwa membuat korban trauma. Selain itu, selama dalam persidangan, terdakwa selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

“Terdakwa sering mengelak saat dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan selama persidangan,” ungkap Tomi. Sementara itu, di dalam surat dakwaan JPU, tidak ada faktor yang dapat meringankan perbuatan terdakwa.

Mendengarkan pembacaan tuntutan, terdakwa Ririn hanya bisa menanggis. Air matanya menetes. Ririn juga tampak bersedih. Namun, majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut, memberikan kesempatan kepada Ririn untuk memberikan tanggapan.

Ririn kemudian mengungkapkan, niatnya untuk memberikan tanggapan secara tertulis. Majelis hakim memberikan waktu selama satu minggu kepada Ririn untuk memberikan tanggapan tuntutan JPU. Sehingga, sidang akhirnya ditunda selama satu minggu dengan agenda pembacaan tanggapan dari terdakwa.

Sebelumnya, Joni Suwono dianiaya oleh anak buahnya saat berada di dalam mobil. Kejadian percobaan pembunuhan terjadi di Jalan Raya Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (25/9/2018). Pelaku adalah Ririn Septiviana (44) karyawannya yang berada di posisi staff administrasi.

Kronologi kejadian percobaan pembunuhan ini ketika korban dan pelaku berada dalam satu mobil dari Kediri menuju ke Kecamatan Pare. Keberangkatan mereka dalam satu mobil bermaksud menemui salah seorang nasabahnya.

Sesampainya di perempatan Desa Sambirejo, mereka berhenti. Mereka berniat menunggu salah seorang temannya. Lalu mereka menepikan mobilnya. Sebelum kejadian keduanya diduga terlibat cekcok mulut. Lalu tiba-tiba pelaku memukul kepala korban dan menggorok leher si bos menggunakan pisau.

Menerima serangan itu, korban berusaha menyelamatkan diri dengan memegang tangan pelaku. Akhirnya korban keluar dari dalam mobil dan meminta pertolongan. Saat keluar leher korban bersimbah darah. Kontan kejadian tersebut menjadi tontonan warga hingga menolongnya untuk dibawa ke rumah sakit. [nng/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar