Hukum & Kriminal

Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 75 Milyar, Kuasa Hukum Terdakwa Tambang Ilegal Bulusari: Kita Bantah Minggu Depan

Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus tambang ilegal di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan akhirnya dalam proses pembacaan tuntutan. Sidang yang mendakwa Andreas Tanudjaja ini dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPO) terdakwa secara sah terbukti bersalah. Hal ini dikarenakan terdakwa melakukan penambangan tanpa izin dan dijerat pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Bangil menjatuhkan pidana penjara kepada Andrias Tanudjaja. Tuntuannya selama 5 tahun, dikurangi masa tahanan saat ini dan dikenakan denda sebesar Rp 75 milyar subsider 6 bulan kurungan penjara,” kata JPU, Kamis (1/12/2022).

JPU menyebut, ada lima hal yang memberatkan dan dijadikan pertimbangan majelis hakim. Pertama, perbuatan Andrias merusak lingkungan dan berpotensi menyebabkan bencana alam.

Kedua, perbuatan Andrias mengakibatkan terisolirnya 34 KK di Desa Bulusari. Ketiga, Andrias dinilai memanfaatkan institusi TNI AL untuk memperlancar kegiatan yang dilakukan, sehingga mencoreng marwah institusi TNI AL.

Keempat, Andrias dianggap berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. Kelima, Andrias tidak mengakui perbuatannya.

Dikonfirmasi terpisah kuasa hukum terdakwah, Mustofa Abidin mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan pledoi dan nota pembelaan. Dirinya juga akan membantah tuntutan jaksa.

“Yang jelas kita akan membantah tuntutan jaksa dan sedang menyusun nota pembelaan. Sisanya tunggu pembacaan pledoy minggu depan,” jelasnya singkat. (ada/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar