Hukum & Kriminal

Dituntut 4 Tahun Penjara, Saiful Illah Minta Waktu Susun Pledoi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo (nonaktif) Saiful Illah dituntut empat tahun penjara. Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum H. Saiful llah, Syamsul Huda meminta waktu kepada mejelis hakim untuk menyusun pembelaan atau pledoi.

“Pledoi akan kami sampaikan dalam persidangan pekan depan. Banyak hal yang hanya bersifat penafsiran jaksa. Padahal dalam kasus dugaan korupsi, fakta maupun barang bukti sifatnya harus jelas dan terang,” ujar Syamsul, Senin (14/9/2020).

Sebelumnya, H. Saiful Ilah dituntut empat tahun penjara oleh tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (14/9/2020). Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menilai Saullah terbukti bersalah melakukan korupsi.

“Menuntut terdakwa atas perbuatannya dengan empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara,” kata jaksa Arif Suhermanto saat membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti melanggar pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Secara sah dan meyakinkan terdakwa telah menerima total uang Rp 600 juta dari kontraktor sebagai bentuk hadiah karena telah menerima dan menyelesaikan empat proyek infrastruktur di Sidoarjo.

Jaksa menilai hal yang memberatkan terdakwa, selain tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi, H. Saiful Ilah juga kerap berbelit-belit saat memberikan keterangan dalam persidangan, dan tidak pernah mengakui perbuatannya.

Sementara, dalam sidang tiga orang anak buah dari H.Saiful Ilah yang juga menjalani sidang tuntutan, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo Sunarti Setyaningsih dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta serta uang pengganti Rp 225 juta.

Sedangkan terdakwa Kabid Bina Marga Dinas PUBM Judi Tetrahastoto dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 150 serta uang pengganti Rp 230,7 juta. Untuk terdakwa Kabag Unit Layanan Pengadaan Sidoarjo Sanadjihitu Sangadji yang dituntut 3 tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta serta uang pengganti Rp 100 juta.

Bersama Saiful Ilah, ketiganya diduga terbukti bersalah menerima suap dari dua kontraktor di Sidoarjo bernama Ibnu Gofur dan Totok Sumedi. Suap itu dilakukan agar kedua kontraktor tersebut dapat tender sejumlah proyek infrastruktur di Sidoarjo.

Adapun uang yang diterima keempatnya diduga merupakan pelunasan janji karena keduanya mendapatkan paket proyek di Sidoarjo pada 2019. Saiful diduga menerima Rp 600 juta; Sunarti menerima Rp 225 juta; Judi menerima Rp 460 juta; dan Sangadji menerima Rp 300 juta.

H. Saiful Ilah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap usai terjaring operasi tangkap tangan petugpada Selasa (7/1/2020). H. Saiful llah diduga menerima suap total senilai Rp 600 juta dari pihak swasta bernama Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi.

Ibnu dan Totok menyerahkan uang tersebut setelah perusahaannya memenangkan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Adapun dua kontraktor penyuap tersebut sudah divonis bersalah oleh PN Tipikor Surabaya karena menyuap H. Saiful llah dan ketiga anak buahnya. Keduanya dijatuhi hukuman 1 tahun 8 bulan penjara. Mereka juga masing-masing harus membayar denda Rp 100 juta. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar