Hukum & Kriminal

Dituding Usai Nabrak Keponakan, 3 Pemuda Asal Gersik Jadi Korban Perampasan

Rizky Pelaku Perampasan HP yang diamankan di Polsek Wiyung

Surabaya (beritajatim.com) – Aksi kejahatan perampasan handphone dengan modus menuding usai menabrak adik dari salah satu pelaku kembali terjadi di Surabaya. Tiga pegawai buruh pabrik yang tinggal di Ds. Pranti Rt01 Rw04. Kec Menganti Gresik yakni Slamet Widianto (22), Muhammad Imam Khanafi (21), dan Muhammad Anhar (21) menjadi korban perampasan handphone.

Dari keterangan ketiga korban, aksi perampasan terjadi pada hari Kamis tanggal 10 Januari 2019 sekira pukul 20.30 sewaktu di Jalan Raya Balas Klumprik, Surabaya. Waktu itu korban yang mengendarai dua unit sepeda motor.

Mereka tiba-tiba dipepet oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor Vario putih dan hitam. Pelaku menyuruh korban berhenti dan duduk di pinggir jalan.

“Korban ini dituduh sudah menyerempet adiknya pelaku,” kata Kapolsek Wiyung, Kompol M Rasyad, Senin (14/1/2019).

Merasa pelaku yang berjumlah empat orang, akhirnya korban hanya bisa terdiam, hingga dua dari empat pelaku yang diketahui bernama Sam dan Romli ini mengajak Imam sama Anhar untuk menemui adik pelaku.

Sebelum diajak pergi, HP kedua korban disuruh dititipkan temanya Slamet yang menunggu di pinggir jalan bersama dua pelaku lainnya yakni Andika dan Rizky. “Ternyata dua korban tadi diajak keliling lalu diturunkan di warung kopi dengan alasan pelaku mau memanggil adiknya,” lanjutnya.

Sedangkan Slamet yang membawa HP milik temannya, diminta paksa atau ranpas sama Rizky lalu bersama Andik keduanya melarikan diri menggunakan sepeda motor Vario warna putih. Kemudian korban dibantu pengendara lewat mengejar kedua pelaku dan kendaraan pelaku jatuh menabrak mobil dan kedua tersangka melarikan diri namun Rizky dapat diamankan oleh korban.

“Saat terjadi keributan petugas dari Polsek Wiyung yang sedang berpatroli mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan kemudian mengamankan pelaku, dan masih ada tiga pelaku menjadi Daftar Pencarian Orang DPO,” paparnya.

Kini pelaku serta barang buktinya tiga buah HP terdiri samsung J2 prime warna gold, samsung J2 prime warna silver, xiaomi redmi not 5 A prime warna putih sama 1 unit sepeda motor Vario warna putih nopol L 4020 NS sebagai sarana aksi dibawa Kepolsek Wiyung.

“Untuk pelaku yang telah melakukan perpasan dengan kekerasan dan atau penipuan sebagai mana dimaksud dalam pasal 365 dan atau 378 KUHPidana ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun,” pungkasnya. [gil/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar