Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dituding Terlalu Vulgar Dalam Beropini Kasus MSAT, Begini Jawaban I Gede Pasek Suardika

I Gede Pasek Suardika Kuasa Hukum Mas Bechi (MSAT)

Surabaya (beritajatim.com) – I Gede Pasek Suardika adalah salah satu tim kuasa hukum Moch Subchi Azal Tzani (MSAT).

Diberbagai kesempatan, Gede Pasek kerap memberikan statement yang sering dianggap vulgar oleh beberapa pihak berkaitan dengan persidangan pencabulan yang didakwakan pada kliennya.

Namun, Gede Pasek membantah. Bagi dia, apa yang dilakukan adalah fakta yang harus diungkap ke publik. Sebab selama ini, peradilan opini yang dibangun korban selama ini jauh lebih vulgar, dimana yang mengaku korban pansos di medsos dengan wajah terbuka.


“Saksi membangun narasi mengerikan untuk membangun kebencian terhadap Mas Bechi dan Ponpes Shiddiqiyyah. Peradilan boleh dibuat tertutup tetapi jangan coba-coba mau menutupi kebenaran,” ujarnya melalui pesan whatsaap yang diterima beritajatim.com.

Selama ini lanjut Gede Pasek, rekayasa yang begitu telanjang dan sempurna telah dilakukan secara struktural dan jika kemudian faktanya akhirnya itu kini ketahuan oleh publik maka segeralah kembali ke rel kebenaran dan nurani Hak Asasi Manusia (HAM).

“Semoga saja masih ada nurani kebenaran. Saya yakin hanya penjahat saja yang takut akan kebenaran. Di luar itu semua pasti menyukai kebenaran. Kita hidup jangan menjadi robot perekayasa karena karma akan senantiasa menanti,” ujarnya.

“ Saya sudah sejak 1994 menjadi Advokat memahami mana yang dimaksudkan dengan makna sidang tertutup. Itu bukan berarti semua harus ditutup dan off the record sehingga mudah merekayasa kebenaran. Karena filosofi dasarnya sidang Pengadilan itu terbuka untuk umum, hanya untuk kasus asusila dan anak anak tertutup terkait dengan menjaga psikologis korban dan sering pendalamannya harus pakai bahasa vulgar. Sehingga itu tidak pas jadi konsumsi publik,” lanjutnya.

Terhadap kesimpulan dan keyakinan yang didapat didalam sidang itulah kebenaran yang bisa disuarakan. JPU dan pihaknya juga rutin menyampaikan kesimpulan versi masing-masing. “ Kok baru sekarang sewotnya?,” tanyanya.

Sekali lagi hanya penjahat yang takut dan membenci kebenaran itu terungkap. Para pecinta keadilan pasti mendambakan kebenaran bisa terungkap. [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar