Hukum & Kriminal

Dituding Rusak Kebun Jeruk, Kades Selorejo: Penyewa Lahan Belum Bayar

Malang (beritajatim.com) – Perusakan kebun jeruk di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, memantik reaksi Kepala Desa (Kades) setempat, Bambang Soponyono. Bambang bahkan mengaku bahwa penyewa kebun jeruk, tidak membayar uang sewa lahan.

Hal itu diungkapkan Bambang saat menggelar pertemuan di Balai Desa Selorejo, yang di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Budi Kriswiyanto, dan Muspika Dau, Minggu (3/5/2020).

“Semua bukti ada, pengadu yang berinisial P tersebut tidak membayar uang sewa mulai tahun 2018,” ucap Bambang, saat menggelar pertemuan dengan para penyewa lahan bengkok, di Balai Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Minggu (3/5/2020).

Menurut Bambang, salah satu penyewa yang mempermasalahkan tersebut, tercatat sebagai penyewa lahan atas nama suaminya. “Pelapor itu mengerjakan lahan sewa kebun jeruk atas nama suaminya sebagai penyewa. Dan dia tidak membayar uang sewa tersebut,” jelasnya.

Lahan kebun jeruk yang menjadi sengketa itu, lanjut Bambang, berada di lahan kas desa (Bengkok) Selorejo, dan akan dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). “Lahan sengketa itu ada tiga titik, salah satunya berada di belakang kantor desa,” tegasnya.

Sebagai informasi, perusakan lahan kebun jeruk tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang menduga adalah orang suruhan dari Kepala Desa, Selasa (21/4/2020). Para petani yang tidak puas dengan ulah sekelompok orang tersebut, akhirnya mengadukan kasus perusakan tanaman jeruk ke Polres Malang pada Jumat (24/4/2020). [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar