Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dituding Produk Kecantikan Tanpa Izin Edar, LVIORS Diadukan ke Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Anindya Sabhrina dari Paguyuban Korban UU ITE (Paku ITE) dan Juru Bicara Koalisi Pembela Konsumen (KOMPAK) menyatakan bahwa Stella Monica mengadu ke Polda Jatim.

Menurut Anindiya, Stella Monica yang menjadi Terdakwa perkara pencemaran nama baik, sebelumnya sudah pernah melapor ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terkait perlindungan konsumen yang Stella alami dengan Klinik L’Viors.

Hasil dari adanya laporan itu adalah tidak adanya perdamaian antara Stella Monica dan Klinik L’Viors. Ketika melapor ke BPSK kala itu, Anindya mengatakan bahwa Stella Monica menceritakan jika obat-obatan yang ia pakai dari Klinik L’Viors, tidak ada izin edarnya dan tidak adanya izin dari BPOM.

“Produk Klinik L’Viors terbukti tidak ada izin edar dan tidak ada BPOM-nya. Pihak BPSK yang dilapori Stella Monica kala itu kemudian mempersilahkan, apakah Stella Monica akan mengambil langkah pidana,” ujar Anindya.

Karena ada pernyataan dari BPSK itulah, lanjut Anindya, Stella Monica kemudian melaporkan adanya dugaan obat ilegal Klinik L’Viors itu ke Polda Jatim.

Anindya kemudian mengatakan, dalam laporannya ke polisi, Stella menyatakan bahwa benar ada produk Klinik L’Viors tidak ada izin edar dan tidak dilengkapi BPOM. “Salah satu bukti yang disertakan Stella ketika melapor ke polisi adalah terkait dengan temuannya, ada produk yang dikeluarkan L’Viors yang dijual bebas di apotik,” ungkap Anindya

Masih menurut keterangan Anindya, produk-produk L’Viors yang tidak dilengapi ijin edar, juga ditemukan di Medan, beberapa toko di Surabaya. “Yang di L’Viors Medan ada, beberapa toko di Surabaya juga ada. Untuk produk yang dijual bebas di Surabaya, sudah kami beli beberapa macam,” kata Anindya

Untuk barang bukti ketika melapor ke polisi, Anindya kembali mengatakan, bahwa ada dua produk L’Viors yang sengaja dibeli. Dua produk L’Viors yang tidak dilengkapi ijin edar itu berupa krim malam dan krim pagi serta toner. Untuk harga, sekitar Rp. 1,5 juta per produknya.

Untuk laporan di Polda Jatim, Anindya mengatakan, bahwa terkait laporan Stella Monica tersebut sudah keluar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) nya. “SP2HP nya sudah keluar. Tak lama lain, beberapa pihak akan dipanggil, untuk diperiksa,” ujarnya. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati