Hukum & Kriminal

Dituding Menipu, Kuasa Hukum Ungkap Adanya Kelebihan Uang Sebesar Rp 21 Miliar

Saksi Anne Riskywanti, karyawan bagian administrasi di PT. Tunggal Raksa Sejati, saat memberikan keterangan di persidangan

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang dugaan penipuan yang menjadikan David Handoko sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Pada persidangan yang terbuka untuk umum ini, Yudi Wibowo menjelaskan adanya kelebihan uang yang ditransfer David Handoko ke rekening pribadi Anna Prayugo.

Dalam keterangannya, di ruang sidang Tirta 1 PN Surabaya ini, kepada majelis hakim yang memeriksa dan memvonis perkara ini, advokat Yudi Wibowo Sukinto menjelaskan bahwa ada uang terdakwa David Handoko yang seharusnya dikembalikan Anna Prayugo karena kelebihan transfer, yang nilainya Rp. 21 miliar.

Terkait kelebihan transfer itu, Yudi Wibowo Sukinto menjelaskan bahwa perkara ini awalnya kerugian yang dilaporkan Anna Prayugo sebesar Rp. 3 miliar dengan bukti cek kosong.

“Cek kosong itu sebenarnya sudah diganti David Handoko. Setelah dibuat bukti, David dipanggil polisi untuk diperiksa,” jelas Yudi Wibowo, usai persidangan.

Saat diperiksa polisi, lanjut Yudi, David menolak jika dirinya punya hutang. Katanya Anna, uang itu ia masukkan untuk kerjasama.

“Anne kemudian melakukan penghitungan dan jumlahnya berubah menjadi Rp. 54 miliar. Uang ini keluar-masuk selama 4 tahun,” ungkap Yudi.

Jika dihitung semua selama empat tahun itu, sambung Yudi, uang yang ditransfer David jumlahnya Rp. 74 miliar sehingga jika dihitung, ada kelebihan sebesar Rp. 21 miliar.

Masih menurut Yudi, dalam pemeriksaan di kepolisian, uang sebesar Rp.21 miliar itu disimpan, seolah-olah David menerima Rp. 54 miliar namun yang dikembalikan Rp. 22 miliar. Kekurangan sebesar Rp. 23 miliar inilah yang akhirnya membuat David Handoko sebagai terdakwa.

Jika melihat hal itu, Yudi berpendapat, bahwa perkara ini tidak bisa dijadikan pidana, seharusnya perdata, karena David ada kurang bayar sekitar Rp. 23 miliar. Dan jika memang ada pidananya, mengapa baru dilaporkan sekarang.

Sementara dalam persidangan, JPU Winarko mendatangkan saksi Anne Riskywanti, karyawan bagian administrasi di PT. Tunggal Raksa Sejati.

Dalam keterangannya, saksi menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang apa keperluan Anna Prayugo kepada David Handoko, tentang proyek-proyek David Handoko di Armatim.

Saksi kemudian mengatakan bahwa dirinya menjadi saksi pada persidangan ini karena adanya aliran dana pada rekening pribadinya dari terdakwa David Handoko sebanyak Rp. 4,1 miliar dari rekening perusahaan. Uang yang ditransfer terdakwa itu, menurut saksi, untuk keperluan belanja barang dan keperluan perusahaan.

Lalu, saksi juga mengakui adanya transfer masuk ke rekening pribadi saksi dari rekening pribadi David Handoko sebesar Rp. 2,5 miliar. Menurut keterangan saksi, hal itu biasa dilakukan dan peruntukannya untuk belanja barang. Dan ini saksi sudah lakukan hampir 5 tahun lamanya. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar