Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dituding Lakukan KDRT, Ini Klarifikasi Direktur Klub Basket Pacific Caesar Surabaya

Filipus NRK Goenawan pengacara Irsan

Surabaya (beritajatim.com) –  Direktur Klub Basket Pacific Caesar (IPS) The Irsan Pribadi Susanto mengklarifikasi terkait laporan yang dilakukan isterinya CYW atas dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kuasa hukum Irsan yakni Filipus NRK Goenawan menyatakan penamparan yang dilakukan kliennya sebagaimana terekam di Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang pelapor di kamar pribadi, adalah suatu peristiwa yang ada penyebab serta rentetan cerita sebelumnya. Artinya tidak serta merta kliennya melakukan pemukulan terhadap pelapor.

Filipus menceritakan, keretakan rumah tangga antara Irsan dengan CYW  sudah berlangsung sejak tahun 2015. Pasangan suami isteri yang sudah dikaruniai tiga orang anak ini kerap berbeda pendapat dan cek cok.

“ Sejak tahun 2015, klien saya ini merasa sudah ada perubahan sikap dan perilaku dari isterinya. Yakni tidak pernah lagi melayani sebagaimana seorang isteri seperti menyiapkan makanan dan sebagainya, dan klien saya merasa isterinya ini terlalu boros,” beber Filipus, Rabu (8/12/2021).

Menurut Filipus, pernah suatu ketika tepatnya di tahun 2015 usaha dari Irsan ini mengalami penurunan dan Irsan meminta tolong secara baik-baik untuk membantunya dengan tidak bertindak boros. “ Namun oleh sang isteri malah dijawab dengan kata kasar dan makian,” ungkapnya.

Masih kata Filipus, Irsan juga sangat menyayangkan sikap CYW yang melibatkan anak dalam konflik rumah tangga orang tuanya. Mengingat perkembangan psikologi anak, kata Filipus pihaknya juga rencana akan mengajukan hak asuh atas tiga anak kliennya.

“ Karena segala hal sudah dilakukan, sampai kita meminta bantuan kak Seto untuk mediasi. Kita juga sudah ajukan perdamaian, kita tetap meminta damai tapi dia (CYW) tetap tidak mau,” ujarnya.

Karena ketidakmauan dari pihak CYW untuk rujuk, maka lanjut Filipus pihaknya akan melakukan berbagai langkah hukum untuk mencapai satu tujuan yakni rujuk. “ Kalau bersedia rujuk ya rujuk, kalau tidak mau ya sudah mau dikata apa,” ujarnya.

Filipus menambahkan, jalur hukum yang juga akan ditempuh adalah terkait dugaan pencurian yang dilakukan CYW. Dugaan pencurian itu dilakukan saat kliennya dan CYW memutuskan untuk pisah tempat tinggal, ternyata ada beberapa perhiasan emas seperti cincin, gelang dan kalung yang dibawa CYW.

“Ada perhiasan emas pemberian atau warisan orang tua Irsan yang dibawa kabur CYW tanpa sepengetahuan Irsan. Dan perlu dicatat, bahwa perhiasan yang dibawa lari itu tidak masuk dalam harta bersama apalagi harta gono-gini,” jelas Filipus

Perhiasan tersebut jika ditaksir nilainya mencapai Rp. 500 juta. Selain itu, masih ada harta bersama yang juga ikut dibawa lari Chrisney, sehingga jika ditotal, kerugian Irsan mencapai Rp. 1 miliar.

Dijelaskan Filipus, kalau bicara KDRT kliennya juga mengalami kekerasan psikis atas peristiwa yang saat ini dihadapi. Begitupun anak dari kliennya yang dilibatkan oleh isterinya atas konflik orangtuanya. “ Ada semacam perintah dari isteri klien saya terhadap anak pertamanya dengan menyatakan kalau berantem nanti videoin ya,” ujar Filipus.

Untuk mengembalikan lagi perilaku sang istri itu kata Filipus, Irsan dan CYW pernah konseling dengan beberapa pendeta. Namun hasilnya sama, tidak mengubah perilaku Chrisney yang tidak sopan dan menjadi pembangkang.

Filipus juga menyoal pemasangan CCTV di kamar pribadi pelapor dan kliennya, hal itu tentunya sudah melanggar privasi seseorang dan membuat kliennya sangat tidak nyaman.

Bahkan, secara tegas Filipus mengatakan, bahwa CCTV itu dipasang dengan tujukan untuk menjebak dirinya, sehingga ada bukti petunjuk yang bisa dibawa atau dipakai dasar Chrisney untuk melapor ke polisi.

Sementara Irsan menambahkan, pemasangan CCTV tersebut sengaja memancing emosi saya sehingga dirinya pun melakukan penamparan. Hal inilah yang kemudian dijadikan dasar Chrisney melapor ke polisi dengan sangkaan KDRT.

Irsan juga menambahkan, tak jarang dalam setiap pertengkaran yang terjadi, CYW selalu melibatkan anak. Berdasarkan pengakuan sopir pribadi CYW kepada Irsan, CYW bilang ke anak pertamanya yang masih berusia 13 tahun untuk merekam momen perkelahian kedua orang tuanya tersebut.

Perlu diketahui, Irsan ditetapkan sebagai tersangka atas laporan KDRT terhadap Istrinya CYW. Kuasa hukum pelapor HH, menuntut pihak kepolisian segera melakukan upaya penahanan pada Irsan.

Dikatakan S, panggilan akrab (HH) meski Irsan telah resmi menyandang status tersangka. Namun ia belum ditahan oleh penyidik. Untuk itu ia mendatangi Mapolda Jatim dan menuntut agar tersangka segera dilakukan penahanan melalui surat yang ia ajukan.

Menurut S, kliennya bukan hanya sekali ini mengalami kekerasan dari suaminya, namun ia masih bisa memaafkan dan puncaknya adalah pada Mei lalu. CYW mengambil sikap tegas dengan melaporkan kekerasan yang ia alami pada pihak berwajib.

Terkait rencana laporan Irsan atas dugaan pencurian perhiasan yang dilakukan CYW, Kuasa hukum HH belum merespon. Saat ditelepon tidak ada respon, begitupun saat di whatsaap juga belum memberikan jawaban. [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar