Hukum & Kriminal

Ditjen KLHK Temukan 14 Kontainer Kayu Illegal Merbau di Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen KLHK), menemukan 14 kontainer kayu merbau illegal yang diduga asal Dobo Kepulauan Aru, Maluku yang disimpan di salah satu gudang industri kayu di Jalan Mayjen Sungkono 606 Gresik.

Ditjen Gakkum KLHK juga menyita 13 kontainer yang disimpan di gudang PT KAYT Jalan Margomulyo Indah Surabaya serta 11 kontainer di area PT Agju Desa Winong, Pasuruan.
Sehingga, total ada 38 kontainer kayu merbau illegal yang diamankan.

Ditjen Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan penemuan kayu merbau illegal berkat adanya informasi intelijen bahwa ada pergerakkan kayu asal Dobo Kepulauan Maluku masuk ke Jawa Timur sebanyak 38 kontainer.

“Kami sempat kehilangan sinyal komunikasi. Pasalnya, saat itu sinyal yang dipakai mengintai tiba-tiba mati. Namun, sewaktu menyala lagi mengarah ke arah Gresik,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/02/2019).

Masih menurut Ridho, sebenarnya informasi pergerakkan kayu merbau illegal diperoleh pada 8 Februari 2019 lalu.

Pasalnya, saat itu ada informasi kayu illegal yang diduga asal Dobo yang akan dikirim ke Pulau Jawa dan akan bongkar di salah satu pelabuhan di Surabaya.

“Dari informasi itu saat kami dalami akan dibongkar di salah satu Pelabuhan Surabaya,” paparnya.

Saat ditanya berapa kerugian pemerintah terkait dengan kejadian ini. Dijelaskan Ridho, jika asumsinya saat ini harga kayu satu meter kubiknya Rp 20 juta tinggal dikalikan saja dari keseluruhan kontainer yang disita.

“Negara dirugikan sekitar ratusan juta rupiah terkait adanya kejadian ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masih terkait dengan penemuan kejadian ini Ditjen Gakkum KLHK tetap serius memberantas keberaan kayu illegal logging yang tidak dilengkapi dokumentasi resmi.

“Kami tidak hanya berhenti pada kasus ini saja. Intinya Ditjen Gakkum KLHK tidak main-main terhadap pemberantasan illegal logging,” pungkasnya. (dnyted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar