Hukum & Kriminal

Ditinggal Sendirian, 2 Gadis di Surabaya Ini Jadi Korban Perkosaan

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Tak percaya diri dan sering merenung, begitulah sosok gadis IWN (16) siswi yang jadi korban pemerkosaan di Kota Surabaya. Menurut informasi yang beritajatim.com peroleh dari YNT (45), tetangga korban, IWN kini tak seceria dulu sebelum kejadian. Malahan, dalam kehidupan sehari-hari, dirinya jarang keluar rumah. Kesehariannya, kini hanya bisa berangkat sekolah dan pulang ke rumah.

“Korban lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Keluar pun tak seceria sebelum kejadian pemerkosaan belum lama ini,” jelasnya kepada beritajatim.com, Selasa (25/2/2020).

Selain IWN, ada juga seorang perempuan yang menjadi korban pelaku pemerkosaan di kecamatan yang ada di sisi timur ‘Kota Pahlawan’ ini. Korban kedua meski bukan anak sekolah, tapi dirinya belum lama lulus dan sudah bekerja. Menurut YNT, dirinya mengaku kenal betul siapa pelaku karena hampir setiap hari berinteraksi. Hanya saja, pelaku yang terkenal ceria, ramah dan santun ini justru menyimpan sifat buruk yakni memperkosa gadis.

“Saya tahu siapa pelaku dan bagaimana dia. Awalnya saya ragu karena pelaku juga berbaur dan berinteraksi sosial dengan baik. Bapak kenal pelaku juga dan begitulah perilaku pelaku dari sisi positifnya. Tapi sisi negatifnya ternyata dia ini pelaku pemerkosaan,” paparnya.

Sementara saat beritajatim.com mencoba mencari tahu korban dan rumah korban, YNT enggan memberikan secara rinci. Sebab, keluarga korban sudah tak mau peristiwa itu diungkit apa lagi harus melaporkan ke polisi. Menurut keluarga korban, jika melapor ke polisi maka anak akan lebih trauma lagi.

“Keluarga korban keduanya gak ada yang mau melaporkan apalagi mengikuti proses hukum. Mereka takut jika anaknya (korban, red) ini ditanyai (interogasi, red) polisi dan akan lebih trauma lagi,” katanya.

Sementara menurut hasil interogasi ketua RT dan warga, pelaku ini mengendap-endap mesuk rumah korban. Saat itu pelaku selalu mencari kesempatan saat orangtua korban pergi kerja atau kegiatan di luar rumah. Karena hanya ada seorang gadis di rumah, pelaku pun masuk dan mendekap mulut korban. Pelaku mengancam jika korban berteriak maka korban akan dilukai. “Ya dua korban katanya memang diancam dan dibekam mulutnya dengan kain. Jika teriak atau melawan akan dipukul atau diancam gitu,” lanjutnya.

Sementara meski sudah menelan dua korban, pihak warga curiga jika masih ada korban pemerkosaan lainnya. Hanya saja usai diintrogasi oleh warga, pelaku diberi hukuman sosial yakni diusir dari lingkungan. Pelaku disuruh pergi atau pindah ke luar kota supaya tak ada kejadian kasus pemerkosaan lainnya. (man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar