Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ditetapkan Tersangka Penggunaan Lahan, Warga Perum Sentra Alam Tuntut Keadilan di Mapolresta Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ny Wiwit Harti Utami, warga Perumahan Sentra Alam, Kecamatan Candi, bernasib pilu. Lantaran ibu satu anak ini berurusan dengan hukum dan ditetapkan tersangka penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo, karena tuduhan menduduki lahan terbuka di belakang rumahnya yang diakui milik PT Bintang Karyasama.

Wiwit mengaku jika dirinya memang menempati lahan dibelakang rumahnya sekitar 3 meter untuk kandang ayam dan lahan untuk tanaman. Ia mengakui lahan kosong itu rencananya akan digunakan sebagai lahan terbuka hijau oleh pihak pengembang perumahan Sentra Alam.

“Sebelum saya memanfaatkan lahan kosong itu, saya sudah ijin ke direktur pengembang perumahan pada tahun 2013 untuk memanfaatkan lahan tersebut sebelum dibangun sebagai lokasi lahan hijau perumahan,” kata Wiwit, Selasa (4/1/2022).

Empat tahun kemudian, lanjut Wiwit, di tahun 2017 tepatnya, Wiwit kaget bukan kepalang setelah dirinya dilaporkan oleh pihak PT Bintang Karyasama dengan tuduhan menyaplok atau menguasai lahan milik PT Bintang Karyasama tersebut.

“Aneh kan itu tanah lahan terbuka milik pengembang perumahan kami, kok yang laporan pihak PT sebelah perumahan, kan harusnya kalau mau laporan lahan kepemilikan pelapor harus dibuktikan,” paparnya.

Wiwit menjelaskan jika laporan tersebut dilakukan pada 2 September 2017 oleh pihak PT. Bintang Karyasama dengan pelapor atas nama Laurens Kudubun, SH dengan acaman Pasal 167 KUHP ke Polresta Sidoarjo.

“Tetapi dalam prosesnya kasus yang dijeratkan ke saya ini baru dikembangkan lagi pada Rabu tanggal 7/10/2021 lalu. Ada 6 mobil polisi di depan rumah saya dan dengan paksa membawah saya ke Polresta Sidoarjo,” paparnya.

Dalam waktu 1×24 jam Wiwit seolah disandera di Satreskrim Polresta Sidoarjo, dan sekitar pukul 21.00 WIB Kamis (8/10/2021) malam, Wiwit disodori surat penangkapan dan penetapan tersangka. Anehnya lagi Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga diberikan oleh penyidik pada Kamis malam itu.

“Saya tidak pernah diperiksa sebagai saksi, tanggal 7 Oktober tahun 2021 saya dipanggil paksa ke Polresta dan langsung diperiksa lalu ditetapkan sebagai tersangka. Yang janggal lagi pada Kamis malam itu pihak penyidik menyodorkan SPDP ke saya, ini kan ada kejanggalan terkesan kasus saya ini dipaksakan. Padahal pelapornya atas nama Lauren Kudubun sudah meninggal dunia atau almarhum,” tukasnya keheranan.

Tak hanya itu, cerita Wiwit, Kasatreskrim AKP Oscar Stefanus Setja dihadapan dirinya memaksa untuk mengakui laporan itu. Ada juga kata-kata AKP Oscar yang membuatnya kaget. “Saya ini ahlinya penyidik”, tiru Wiwit mengucapkan omongan AKP Oscar.

“Apa ada ya ahlinya penyidik itu,” sambung Wiwit keheranan.

Selain dipaksa mengakui laporan yang ia terima, Wiwit juga dipaksa menandatangani pernyataan penolakan pemanggilan saksi secara paksa oleh pihak kepolisian.

“Kalau memang saya dilaporkan mengusai lahan harusnya banyak proses yang harus dilalui. saya tidak pernah dipanggil sebagai saksi atau apapun kok langsung jadi tersangka. Ya intinya semua akan saya buktikan di pengadilan nanti, saya yakin pasti ada keadilan untuk orang seperti saya ini,” harapnya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja tidak berkomentar soal kasus tersebut.

Sementara itu Pakar Hukum Pidana sekaligus ahli pidana Universitas Bhayangkara Surabaya, DR. Solehhudin SH. MH mengatakan jika kasus yang dialami Wiwit asal Sidoarjo tersebut, seharusnya terlapor bisa melakukan pra peradilan jika fakta penanganan polisi seperti itu. Namun, terlapor tak bisa melakukannya karena dirinya tak mengetahui jika sudah ditetapkan sebagai tersangka tanpa proses penyidikan sesuai SOP.

“Harusnya itu bisa dilakukan pra peradilan. Tapi si ibu itu juga kebingungan karena dia tidak tahu kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jika fakta penanganan polisi seperti itu berarti banyak pelanggaran terhadap proses dan prosedur penegakan hukumnya,” jelasnya kepada jurnalis di Sidoarjo. (isa)


Apa Reaksi Anda?

Komentar