Hukum & Kriminal

Diteriaki Ini, Ratusan Banser Marah Pada Kakek Salim

Surabaya (beritajatim.com) – Salim Ahmad seorang kakek tiba-tiba mendapat perhatian dari ratusan Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dari Jawa Timur. Para anggota Banser marah karena ucapan Salim yang mengaku warga Gorontalo ini mengucapkan kata-kata yang profokatif.

Sugiono salah satu massa dari Banser mengatakan bahwa dirinya tidak tau persis kejadian tersebut. Tapi menurut rekan-rekannya dari Banser, Salim mengatakan Banser Kyai PKI.

“Bener apa tidak pak?,” tanya Sugiono salah satu massa dari Banser yang disambut teriakan massa Banser.

Untuk mengantisipasi adanya kericuhan, aparat dari kepolisian langsung meredam emosi massa dari Banser. Dan Salim minta mengucapkan kalimat maaf dihadapan massa Banser.

” Saudara-saudaraku Ansor NU Nadhatul Ulama, saya menyatakan minta maaf sebesar-besarnya. Tadi saya ngomong dengan teman saya, hati-hati ada provokasi PKI. Kalau kalian merasa tersinggung saya minta maaf,” ucap Salim dihadapan massa Banser.

Namun massa Banser tidak terima, karena ucapanya dirasa tidak sama dengan ucapannya tadi saat berada di area ruang sidang.

Namun pertanyaan itu tidak diakui dan tetap Salim dengan alasaanya bahwi dirinya mengucapkan kalimat itu kepada rekannya.

Sementara, dari pihak sekretariat GP Ansor Surabaya mengatakan bahwa pihak Ansor mau memaafkan dengan syarat yang bersangkutan diharapkan datang ke kantor PBNU dengan itikad baik.

“Karena yang di maki-maki itu kyai NU, kami minta bapak (Salim) datang ke PBNU dengan membuat pernyataan maaf dan saya kasih waktu 24 jam. Jika bapak tidak mau pekara ini akan kami lanjutkan ke ranah hukum,”pungkasnya. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar