Hukum & Kriminal

Ditemani Gerimis Malam, Kapolda Jatim Sidak Kampung Tangguh di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Malam hari disertai hujan rintik-rintik, Kapolda Jatim Irjen Pol M.Fadil Imran melakukan sidak kampung tangguh di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik.

Didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Dandim 0817 Letkol Inf Budi Handoko serta Bupati Sambari Halim Radianto, orang nomor satu di Kepolisian Jawa Timur itu langsung meninjau kampung tangguh, Desa Cerme Kidul.

Sebelum masuk ke kampung, warga setempat terlebih dulu melakukan pengecekan kesehatan dengan protokol Covid-19. Irjen Pol M.Fadil Imran beserta Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dicek suhu tubuhnya dengan alat thermo gun. Tidak hanya itu, perwira tinggi Polri tersebut juga diminta mengisi biodata sesuai dengan alamat yang tertera di identitasnya.

Selanjutnya, mantan staf ahli Kapolri bidang sosial budaya itu itu mengecek kampung tangguh. Baik itu posko
kesiapsiagaan warganya serta bagaimana penanganan warga bila ada yang terpapar Covid-19.

“Keberadaan kampung tangguh di setiap polres bervariasi ada yang enam. Bahkan, ada yang sampai 50-an. Yang ditekankan di program ini bagaimana masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 secara mandiri,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/05/2020).

Masih kata M.Fadil Imran, agar masyarakat berperan serta dalam menangani virus corona. Maka didirikanlah kampung tangguh. Alhamdulillah secara grafik epidemologi Kabupaten Gresik termasuk yang normal dari hasil evaluasi. Walaupun 60 persen tingkat penyebaran tertinggi masih di Kota Surabaya.

Saat ditanya mengenai fase menuju ke new normal. Dijelaskan M.Fadil Imran, hasil rapat kemarin (27/5) dengan Pemprov Jatim beserta pakar-pakar. Gubernur sudah memutuskan sebelum kita melakukan ‘new normal life’ itu ada masa transisi. Perlu pemahaman kepada masyarakat mengenai prinsip-prinsip. Dimana, PSBB itu tetap dilaksanakan.

“Sebelum menuju ke fase new normal. Kami terlebih dulu melakukan pemahaman ke masyarakat. Selain itu, ada masa transisinya dari pemberlakuan PSBB ke new normal,” ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Cerme Kidul, Wahyudi Purwana menuturkan, untuk menjaga agar kampungnya bisa mandiri menangani Covid-19. Setiap hari warga dilibatkan agar sama-sama memiliki tanggungjawab. “Kami melakukan tiga shift dalam sehari guna mengawasi lalu-lalang warga,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, ada tiga kampung tangguh yang dijadikan role model dari ratusan desa yang tersebar di 18 kecamatan. “Selain tiga desa yang jadi role model. Saat ini, ada 54 desa yang dijadikan kampung tangguh. Pemilihan kampung tangguh didasari ada kesadaran masyarakat. Selain itu, warga saling mengingatkan tidak berkerumun. Di setiap sudut jalan, atau jarak tiga rumah ada westafel plus sabun cuci tangan. Ada lumbung pangan, divisi kesehatan. Termasuk juga bila kekurangan tenaga medis, warga bisa berperan disitu,” tandasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar