Hukum & Kriminal

Ditahan Polisi, Bacabup Kediri Terancam Didepak Partai Gerindra

Kediri (beritajatim.com) – Penahanan Kepala Desa Tarokan, Kabupaten Kediri, Supadi dalam kasus penggunaan gelar akademik palsu oleh Polresta Kediri menyita perhatian masyarat Kediri. Mengingat tersangka merupakan Bakal Calon Bupati Kediri yang telah mengikuti proses penjaringan pada sejumlah partai politik.

Ada tiga partai politik yang dengan sebutan ‘Trisula’ yaitu, PKB, PAN dan Partai Gerindra. Di PKB, Supadi dideklarasikan dalam agenda pagelaran wayang kulit di Kecamatan Kunjang. Kemudian pada rakderda PAN Kabupaten Kediri, Supadi dan wakilnya Samsul Hadi didukung menjadi pasangan bakal calon bupati dan wakil Bupati 2020. Sedangkan untuk Partai Gerindra, Supadi mengikuti proses penjaringan bersama sejumlah kandidat.

Menanggapi status Supadi sebagai tahanan Polresta Kediri, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri, Arief Junaedi mengaku, pihaknya tidak akan turut campur, karena kasus tersebut menjadi persoalan pribadi. Terlebih, Supadi belum ditetapkan sebagai calon oleh Partai Gerindra.

“Gerindra masih terbuka. Pak Supadi belum ditetapkan sebagai calon. Sampai hari ini, sebenarnya kami menunggu persyaratan dari peserta penjaringan, karena ketiganya belum lengkap,” kata Arief Junaedi.

Ada tiga peserta penjaringan yang melaju dalam tahap uji publik. Mereka, Supadi, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kediri Mujahid dan Wakil Bupati Kediri, Masykuri Iksan. Partai Gerindra Kabupaten Kediri mendeadline penyelesaikan syarat administari hingga 25 Februari besok. Apabila ketiganya, tidak sanggup, Partai Gerindra akan mengambil langkah tegas, salah satunya berkomunikasi langsung dengan partai lain.

“Ketiga-tiganya belum lengkap persyaratan yang akan kita bawa ke DPD dan DPP. Persyaratan itu meliputi partai koalisi dan calon wakilnya. Mengingat Gerindra dengan 5 kursi, tidak bisa mengusung calon sendiri, tetapi harus berkoalisi,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri.

Arief mengaku, akhir-akhir ini dirinya kesulitan berkomunikasi dengan Supadi. Terakhir kalinya, komunikasi dilakukan sekitar dua minggu lalu. Arief bermaksud mengulang kembali pemberitahuan agar segera mengumpulkan persyaratan yang belum lengkap tersebut.

Partai Gerindra juga meminta persyaratan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) kepada seluruh peserta penjaringan. Dengan kasus hukum yang kini dialaminya, Supadi terancam terdepak dari partai belambang Kepala Burung Garuda tersebut.

“Dengan kasusnya, otomatis kalau dia kena kasus hukum, dia tidak bisa dalam persyaratan SKCK baik di KPU maupun di Partai Gerindra. Karena persyaratannya kami juga menyertakan SKCK,” tegas Arief.

Setelah mangkir dua kali panggilan, Polresta Kediri akhirnya menjemput paksa Kepala Desa Tarokan Supadi, tersangka kasus penggunaan gelar akademik palsu dalam surat-menyurat di desa. Bakal Calon Bupati Kediri tersebut menyematkan gelar SE (Sarjana Ekonomi) diakhir namanya.

Kini tersangka harus meringkuk di sel tahanan Polresta Kediri. Dia dijerat pasal 93 junto pasal 28 ayat 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar. [nm].





Apa Reaksi Anda?

Komentar