Hukum & Kriminal

Dirusak Massa, Petugas Pasang Police Line di Rumah Pelaku Pencabulan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Sidoarjo terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pencabulan balita yang dilakukan oleh NMO pemuda asal Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Merujuk dari keterangan beberapa saksi dan perilaku NMO, pelaku memiliki kelainan yakni keterbelakangan mental.

Selain itu, pelaku juga diketahui mengalami tunarungu. Untuk memastikan kebenaran keterangan saksi, NMO dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, untuk memastikan kelainan itu. Dari keterangan beberapa tetangga NMO, saat terjadi pencabulan itu, orangtua NMO tak berada di rumah. Warga mengetahui orangtua NMO sedang berjualan pentol.

Biasanya NMO sering dibawa ikut jualan. “Kasihan juga, semenjak Covid-19 orangtua NMO jualan pentol, dulu jualan buku-buku,” kata warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (27/10/2020).

Namun sejauh ini, meski memiliki kelainan, NMO tak pernah mengganggu warga. Paling-paling, hanya marah-marah di rumahnya. NMO sampai sekarang masih melakukan kontrol medis di salah satu Rumah Sakit di Kecamatan Krian. NMO juga dikenal sulit untuk berbicara.

Tak hanya itu, meski tubuhnya besar, namun tingkahnya seperti anak-anak. “Satu sisi pelaku memang salah, tapi yang membuat heran, kenapa pelaku bisa bertindak seperti orang dewasa,” tutur warga lainnya.

Pj Kapolsek Wonoayu AKP Sumono mengatakan, terkait perusakan rumah NMO, diduga pelaku lebih dari satu. Namun begitu, pihaknya tidak dapat memastikan apakah ada keterkaitan pelaku pengrusakan dengan keluarga korban dugaan pencabulan.

“Nanti kalau sudah terungkap siapa-siapa saja pelakunya, maka akan diketahui, yang jelas sudah dilimpahkan ke Polresta, dan korban dugaan pelecehan ditangai unit PPA,” jelasnya.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan, pihaknya tak dapat memberikan keterangan lebih mendalam terkait kasus tersebut. Namun terkait NMO kini masih ditangani oleh bagian kesehatan di Polda Jawa Timur.

“Intinya masih dalam proses penyelidikan, kami belum bisa memberikan keterangan lebih terutama menyangkut mental NMO,” katanya. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar