Hukum & Kriminal

Direktur RSUD Kanjuruhan Jadi Tersangka Korupsi Dana Kapitasi

Malang (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang menetapkan Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Abdurrachman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana kapitasi di setiap Puskesmas. Abdurrachman, saat ini menjabat sebagai Direktur RSUD Kanjuruhan.

Penetapan status tersangka itu disampaikan langsung Kepala Kejaksaaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Abdul Qohar, Senin (13/1/2020) siang dalam konfrensi pers di depan awak media. Abdurrachman ditetapkan tersangka bersama Kepala Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Yohan Charles L.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Abdul Qohar AF mengatakan bahwa penetapan status tersangka itu baru dilakukan hari ini. “Kita tetapkan dua orang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi penggunaan alokasi dana kapitasi Puskesmas, yang seharusnya untuk operasional dan pelayanan, sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkap Abdul Qohar usai konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Jalan Sumedang Kepanjen, Senin (13/1/2020).

Qohar menjelaskan, Abdurrachman memerintahkan kepada Yohan untuk memotong dana kapitasi sebesar 7 persen dari total Rp 8,5 miliar lebih. Pihak Kejaksaan sendiri telah mengendus praktik kotor yang dilakukan Abdurrachman sejak Januari 2019 lalu.

“Kalau berdasarkan bukti yang ada, seluruh uangnya itu diterima Yohan Charles dari 39 Bendahara Puskesmas, ini perintah langsung dari Abdurrachman. Penyidikan kita mulai tanggal 13 Januari 2019. Ini jadi lama karena kita hitung semua kerugian negara. Ada saksi yang diperiksa, diantaranya 39 Kepala Puskesmas, 39 Bendahara Puskesmas, pejabat struktural Dinas Kesehatan, Kasubbag Keuangan Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan baik yang saat ini menjabat atau yang saat itu, BPJS cabang Malang. Selain itu kita minta keterangan saksi ahli,” bebernya.

Ditanya soal kemungkinan adanya tersangka lain, Qohar menyampaikan bahwa akan dilihat dalam pengembangan perkara tersebut kedepan. “Kita lihat perkembangan di penyidikan nanti, yang pasti sekarang dua orang,” tandasnya.

Beritajatim.com sempat mencari keberadaan Abdurrachman di ruang kerjanya selaku Direktur RSUD Kanjuruhan, Kota Kepanjen, untuk konfirmasi atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun yang bersangkutan, menurut security RSUD dan sejumlah staf rumah sakit milik Pemkab Malang itu tidak kelihatan sejak pagi hari. “Pak Direktur tidak ada ditempat mas. Sementara Pak Wadir dan bagian Humas baru saja menggelar rapat,” terang salah satu security RSUD.

Beberapa pegawai juga mengaku Abdurrachman sudah tidak kelihatan sejak pagi hari ini. “Kalau hari Jumat dan Sabtu kemarin pak Direktur masih kelihatan, hari ini beliau gak ngantor,” ucap salah satu staf RSUD. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar