Hukum & Kriminal

Direktorat Polair Polda Jatim Amankan 40 Ribu Kg Bahan Peledak

Surabaya (beeitajatim.com) – 800 hektar terumbu karang terselamatkan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Jatim.

Bersama Korpolairud Baharkam Mabes Polri, Ditpol Airud Polda Jatim menyita lebih dari 40 ribu kilogram bahan yang diduga berisi Kalium Klorat (kclo3). Padahal Kalium Klorat ini merupakan komponen bahan peledak jenis low explosive.

Pengungkaoan ini merupakan pengembangan dari ungkap kasus tindak pidana pembuatan bom ikan dengan satu terduga pelaku. Karena terus dikembangkan petugas kembali mengamankan satu tersangka yang diduga pemilik perusahaan.

Padahal perusahaan berinisial PT DTMK ini merupakan perusahaan besar dan profesional menyuplai bahan kimia untuk kosmetik.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Yassin didampingi Kombes Pol Arnapi Dirpolairud Polda Jatim mengatakan, PT DTMK melakukan penjualan Potassium Chlorate kepada perorangan dengan tidak melakukan penelusuran latar belakang pembeli.

Bahkan perusahaan ini diduga juga mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan dengan tujuan penjualan dengan mendapatkan keuntungan.

“Berdasarkan keterangan bahwa diduga lerusahaan ini melakukan perubahan kemasan dari Sodium Perchlorate menjadi Potassium Chlorate. Hal itu dilakukan di gudang blok N.7 dan blok N.15. Padahal isi karung bertuliskan Potassium Chlorate dan Sodium Perchlorate yang dilakukan uji laboratorium, didapatkan hasil bahwa kedua bahan tersebut merupakan senyawa Kalium Klorat (kclo3) yang merupakan komponen bahan peledak jenis low explosive,” jelasnya kepada jurnalis di Markas Ditpolairud Polda Jatim komplek Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut Brigjen Pol Yassin menjelaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari penindakan berupa penangkapan terhadap M. Baidowi (43) warga asal Socah, Bangkalan, Madura. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti sebanyak 16.375 KG Potassium Chlorate. Selanjutnya menurut keterangan MB petugas kemudian menangkap WP (34) yang tak lain adalah Direktur PT. DTMK di Surabaya ini.

Selain itu menurut keterangan tersangka, dalam pemesanan Potassium Chlorate tersangka Baidowi melakukan pemesanan secara lisan kepada PT. DTMK. Untuk pembayaran lanjutnya, pelaku membayar secara transfer bank atas nama penerima yaitu DN selaku komisaris utama PT DTMK.

“Dalam pengamanan para tersangka petugas juga menemukan adanya karung baru yang belum digunakan. KRung tersebut tertulis Potassium Chlorate sehingga adanya indikasi dugaan pengemasan ulang Potassium Chlorate. Ahli Labfor menerangkan bahwa Potassium Chlorate merupakan bahan kimia oksidator dan dapat digunakan sebagai bahan peledak,” papar Brigjen Pol M. Yassin.

Total jumlah bahan peledak yang berhasil disita dari 3 lokasi yaitu dengan berat total 40.375 KG.
Diamankan pula, berbagai peralatan bahan perakitan bahanbpeledak serta dokumen pendukung lainnya.

Saat ini penyidik sedang mendalami dugaan tindak pidana perlindungan konsumen pasal 62 UU NO. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan tidak menutup kemungkinan persangkaan terhadap tindak pidana lain dalam penanganan perkara ini.

“Dari pengungkapan kasus ini, petugas menyelamatkan laut indonesia dari bahaya bom ikan yang telah kita ketahui dapat merusak terumbu karang, spesies ikan maupun biota laut lainnya karena apabila 1 buah bom ikan diledakan memiliki daya ledak radius 50 meter, maka dari keseluruhan total barang bukti, potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan adalah seluas 800 hektar,” tandas Brigadir Jenderal Polisi M. Yassin.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar