Hukum & Kriminal

Dirayu dan Ditiduri 10 Kali, Siswi SMP Hamil: Pelaku Diseret ke Kantor Polisi

CA pelaku pencabukan yang dilaporkan saudara korban saat didata perugas Unit PPA Polrestabes Surabaya, Kamis (29/8/2019). (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – CA (27) pemuda single asal Kota Surabaya terpaksa harus berurusan dengan Unita Perlindungan Peremouan dan anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Hal tersebut dikatenakan CA diketahui berhubungan badan bersama RR (16) gadis SMP hingga hamil muda.

Akp Ruth Dewi Kasit PPA Polrestabes Surabaya menjelaskan, CA ini merayu korban hingga mau diajak berhubungan badan.

“Padahal sudah jelas bahwa UU perlindungan anak mengacu pada perbuatan pencabulan terhadap anak berumur dibawah 18 tahun,” katanya.

Tak hanya merayu, dalam pengakuan CA, pelaku juga merayu bahwa RR agar mau menjalin asmara dengan berpacaran. Karena sudah berpacaran, CA pun merayu korban supaya mengikuti kehendak pelaku.

Tercatat setidaknya ada 10 kali pelaku melakukan hubungan badan layaknga suami istri hingga kini hamil.

“Awalnya pelaku hanya mengajak ciuman dan meraba. Tapi ternyata sampai pada perlakuan intim di kamar layaknya suami istri,” tandasnya.

AKP Ruth juga memaparkan, CA palaku pencabulan inj akan dikenakan pasal tentang perlindungan anak.

“Persangkaan pelaku akan dikenai Pasal 81 UU RI NO. 35 TH 2014 tentang Perubahan UU NO. 23 TH 2002 tentang perlindungan anak,” tandasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar