Hukum & Kriminal

Diperiksa Polisi Hampir 7 Jam, Tyas Mirasih dan Gisel Anastasya Ambil Hikmahnya

Surabaya (beritajatim.com) – Tyas Mirasih dan Gisel Anastasya mengaku mendapat pelajaran berharga dengan adanya kasus yang akhirnya menyeretnya menjadi saksi karena mendapat endorse dari travel yang ternyata dibiayai dari pembobolan kartu kredit.

“Dengan adanya kasus ini, jadi pembelajaran buat kita agar lebih hati-hari terima endorse ke depan,” ujar Gisel yang juga diamini oleh Tyas, Jumat (6/3/2020).

Dalam kasus ini, Tyas mengaku mendapat endorse sekali, sementara Gisel dua kali. Namun keduanya tidak mendapat fee berupa fresh money melainkan tiket dan hotel. “Kalau aku dapat hotel, kalau Gisel dapat tiket,” ujar Tyas.

Mereka mengaku bahwa mendapat tawaran endorse melalui instagram dan yang kemudian ditindaklanjuti melalui pesan whatsaap asistennya. Awalnya mereka tidak mengenal secara personal, namun karena komunikasi semakin intens akhirnya mereka menjadi saling kenal.

Tyas dan Gisel mengaku tidak dirugikan secara materi namun rugi waktu. “Kalau rugi lebih ke waktu dan juga pemberitaan yang kadang-kadang judulnya unik-unik,” ujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko kedua saksi ini diperiksa sekitar 7 jam, mulai pukul 10.00 sampai 17.00 namun sempat jeda karena Jumatan.

“Yang pasti kita ucapkan terimakasih karena sudah kooperatif memenuhi panggilan Polda Jatim,” ujarnya.

Untuk diketahui, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus carding berkedok travel melibatkan publik figur tanah air.

Modus yang dijalankan para tersangka dengan menawarkan promo tiket perjalanan murah melalui akun instagram @tiketkekinian. Rupanya, tiket yang dijual diperoleh dari carding.

Dalam kasus ini, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti. Di antaranya beberapa unit laptop. Kemudian sejumlah buku rekening milik tersangka serta telepon seluler. Pasal yang dikenakan kepada tersangka adalah Pasal 48 Undang-Undang ITE Tahun 2016. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar