Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya, Ini Tanggapan Suzuki Finance

Kantor Suzuki saat digeruduk massa dari Paguyuban Bamboe Runcing

Surabaya (beritajatim.com) – Pasca dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh Paguyuban Bamboe Runcing, Suzuki Finance Indonesia yang berada di Jalan Kenjeran mengambil sikap tegas.

Ditemui beritajatim di Kantor Suzuki Jalan Kenjeran Surabaya, Jumat (1/10/2021), Jefri Pandu selaku Kepala Recovery Suzuki Finance menjelaskan bahwa pihaknya masih mengharapkan solusi terbaik dengan duduk bersama pihak debitur tanpa ada campur tangan.

“Maunya sedikit-sedikit kita sampaikan agar dari pihak sana juga dengar mau kita. Karena kalau dipanggil ga datang. Saya pikir ada yang menunggangi sih. Padahal bisa selesai dengan duduk bersama tanpa langkah hukum dan gondok-gondokan,” ujar Jefri.

Ia mengungkapkan bahwa akan membawa konflik ini ke ranah hukum untuk menyeimbangkan beginning power dari Paguyuban Bamboe Runcing. Oleh sebab itu, pihaknya sedang menyiapkan berbagai bukti guna melaporkan tindakan membuat gaduh dan mengintimidasi beberapa karyawan Suzuki.

“Pihak manajemen akan mengambil langkah hukum terkait kejadian kemarin di kantor kita. Untuk Membuat laporan pasal 176 dan 335. langkah itu akan kita lakukan. Kemarin sudah kami tindak lanjuti ke Polrestabes, cuman memang ada unsur-unsur yang harus kami lengkapi. Akan kami komunikasikan lagi bersama tim kuasa hukum,” Imbuh Jefri.

Dikonfirmasi perihal pengembalian dompet dan barang pribadi milik Warsito, Jefri membenarkan bahwa memang ada pengembalian dan dikembalikan.

“Dari pihak PT menyampaikan bahwa barang tersebut dikirimkan ke alamat nasabah. Foto akan kita lampirkan saat pembuktian hukum. Cuma saya tak tahu omongan apa yang masuk ke debitur. Tahu-tahu ada barang kardus yang ditulisi Polrestabes. Sampai sekarang saya belum lihat kardusnya, isi tulisannya apa juga belum lihat,” Katanya.

Jefri mengharapkan permasalahan ini bisa selesai dengan cara kekeluargaan. Ia mengharapkan agar pihak debitur bisa bernegosiasi dengan pihak finance agar permasalahan ini cepat selesai.

“Harapan saya selesai dengan baik, duduk bareng cari win-win solution. Kalau mau bayar silahkan bayar, kalau mau nawar silahkan nawar. Kita duduk bareng tanpa ada pihak ketiga dan melibatkan hukum. Karena kalau di ranah hukum akan sama-sama rugi,” tutupnya. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar