Hukum & Kriminal

Dikontrol Napi Lapas Madiun, Pasutri Jadi Kurir Narkoba di Surabaya

Pelaku kurir narkoba sebesar 3kg saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (20/11/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – NDH (35) dan DF (40) pasutri kawin siri ini menjadi kurir narkoba jenis sabu sebesar 3 kg. Kedua tersangka yang menjadi kurir atau pengantar barang haram ini mengaku diiming-imingi dengan imbalan sebesar Rp 5 juta.

Ndh wanita yang juga residivis kasus pengguguran bayi ini terpaksa ditangkap karena terbukti telah menerima sabu sebesar 3 kg.

Menurutnya sabu-sabu ini akan diantarkan ke sejumlah tempat di antaranya yakni parkiran apartemen yang ada di Surabaya.

“Saya berkomunikasi dengan Pak Lik yang ada di Lapas Madiun. Saat itu saya dihubungi oleh Pak Lik untuk mengambil barang ke seseorang yang dibawa oleh orang suruhan Pak Lik .Saya ke suatu apartemen untuk menaruh barang sabu-sabu yang sudah dipecah sembilan bungkus ini,” jelasnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu(20/11/2019).

Usai menyelesaikan beberapa tugas Ndh bersama sang suami dan keluarga besarnya di Sidoarjo berangkat berlibur ke Pulau Dewata atau Pulau Bali. Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi adanya pengiriman barang haram ini pun langsung menyusul pelaku ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

“Saat itu pelaku sedang melakukan liburan ke Pulau Bali. Para petugas langsung melakukan penangkapan di Pulau Bali yang kemudian dibawa ke kota Surabaya,” jelas AKP Serli Kaur Binops Satres Narkoba Polrestabes Surabaya .

Petugas melakukan pengamanan dan penggeledahan ke rumah pelaku yang ada di Sidoarjo. Dari hasil penelitian bertugas mengamankan barang sebanyak kurang lebih 0,8 kg. Sedangkan barang haram lainnya yakni 2,2 kg sudah diberikan ke pengedar menggunakan sistem tanam ranjau.

“Sementara pelaku mengambil barang haram ini dengan kodisi terbungkus rapi dan dilapisi bungkus bahan minuman teh,” pungkasnya. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar