Hukum & Kriminal

Dikejar Guru Perempuan, Pencuri Jatuh dan Ditangkap Warga

Kapolsek Sooko, AKP Amat saat meliris pelaku pencurian HP di Mapolsek Sooko. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pelaku pencurian handphone (HP) babak belur di massa saat kepergok usai melakukan aksi pencurian di tepi jalan raya Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/7/2020) malam. Pelaku yang merupakan residivis kasus yang sama ini terjatuh usai dikejar korban.

Saat itu, korban Cindy Wahyu Ningrum (20) warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto berada di atas motor sedang memang HP. Dari arah sebelah kanan, datang pelaku dan mengambil HP guru honorer tersebut dengan tangan kanan.

Pelaku yang berhasil mengambil HP milik korban langsung melarikan diri menuju sepeda motor Yamaha Mio GT nopol S 5332 ZF warna hitam merah yang di parkir di tepi jalan. Sementara itu, mengetahui HP miliknya diambil pelaku, korban kemudian mengejar pelaku dan berhasil meraih jaket pelaku.

Korban yang mengejar pelaku, di siku oleh pelaku dengan tangan kiri hingga terjatuh. Pelaku kemudian tancap gas sepeda motor miliknya dengan membawa HP milik korban, namun terjatuh. Karena saat kejadian, di sekitar lokasi masih ramai sehingga pelaku yang terjatuh babak belur di hajar massa yang geram.

Tak lama anggota Polsek Sooko datang ke lokasi dan mengamankan pelaku serta sepeda motor Yamaha Mio GT nopol S 5332 ZF warna hitam merah milik pelaku ke Mapolsek Sooko. Pelaku atas nama Mochamad Jaki (38) warga Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

“Pelaku melihat korban berada di atas sepeda motor sedang bermain HP sehingga pelaku putar balik dan merebut HP itu kemudian lari. Sebelum lari, jaket pelaku terpegang oleh korban dan korban jatuh sehingga terluka,” ungkap Kapolsek Sooko, AKP Amat, Kamis (9/7/2020).

Dari tangan pelaku diamankan, satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT nopol S 5332 ZF warna hitam merah dan jaket levis warna biru muda. Sedangkan barang bukti hasil kejahatan pelaku yakni HP Oppo type A5S warna biru hilang, hanya doosbook yang diamankan.

“Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama, pelaku keluar dari Lapas Sidoarjo pada tahun 2018 lalu setelah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun. Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 9 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, pelaku Mochamad Jaki (38) mengaku, spontan melakukan aksi pencurian tersebut setelah melihat korban duduk di atas motor dan bermain HP. “Saya mau ke Surabaya, di jalan ketemu korban jadi spontanitas. Mau ke Surabaya jemput anak saya, saya memang nggak bawa uang,” tuturnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar