Hukum & Kriminal

Dijual Saat Takbiran, 69.5 kg Serbuk dan 2.237 buah petasan Diamankan Polres Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto mengungkap home Industri pembuatan bahan peledak dan petasan di sejumlah wilayah di wilayah hukum Polres Mojokerto dan sekitar. Ada 69,5 kg serbuk petasan dan 2.237 buah petasan diamankan dari empat orang tersangka, sementara dua orang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, dalam Operasi Mesra (Mojokerto Tertib Ramadhan), Polres Mojokerto mengungkap home industri pembuatan bahan peledak dan petasan. “Tanggal 24 April 2021 kemarin, kita mengungkap dua dua TKP yakni di Kecamatan Jatirejo,” ungkapnya, Senin (3/5/2021).

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, petugas mengamankan satu orang tersangka Mulyadi (46) warga setempat dan sejumlah batang bukti. Dari keterangan tersangka, petugas melakukan pengembangan ke wilayah Kecamatan Tarik, Kabupaten Mojokerto.

“Di wilayah Tarik, diamankan M Suwono (51) warga Desa Desa Balongmacekan Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo. Dari kedua tersangka diketahui jika bahan peledak tersebut diperoleh dari seseorang di Pasar Turi. Saat ini, yang bersangkutan masih dalam DPO,” katanya.


Tersangka ketiga yakni Kaseran (71) warga Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Kapolres menjelaskan, Polsek Sooko dan Polsek Ngoro wilayah Polres Mojokerto juga mengamankan barang bukti cukup banyak dan tersangka di wilayah Puri, Kabupaten Mojokerto. Yakni Roib (46) warga Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Total keseluruhan barang bukti yang diungkap Polres Mojokerto dan jajaran polsek serbuk petasan 69,5 kg dan petasan sebanyak 2.237 buah dengan diameter 9, 7, 4 dan 2. Barang bukti ini siap edar dan siap ledak yang akan dijual di tengah-tengah masyarakat, ini merupakan keberhasilan kita bersama,” ujarnya.

Pengungkapan pembuatan bahan peledak dan petasan tersebut diklasifikasikan sebagai home industri bahan peledak. Home industri bahan peledak dan petasan tersebut, lanjut Kapolres, sudah berlangsung beberapa tahun. Hal ini diketahui dari tersangka pertama, Mulyadi menjadi korban dari petasan.

“Di bulan suci menjadi moment untuk mencipta petasan dalam jumlah besar untuk dijual di tengah-tengah masyarakat saat malam takbiran nanti. Upaya kami sifatnya sebagai pencegahan sehingga dua titik besar di wilayah Polres Mojokerto ini diungkap agar nantinya wilayah Kabupaten Mojokerto tertib, tentram dan khusyuk dalam bulan suci ramadhan,” urainya.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka Mulyadi diantaranya, 6,5 kg serbuk petasan dibungkus plastik @0,5 kg, 5 kg serbuk petasan dibungkus plastik, 2 kg belerang, 4 kg potasium, 0,5 kg serbuk sendawa, 1,5 kg serbuk bron, 1/4 tepung kanji, 1/4 serbuk arang, 16 lembar kertas sumbu.

Satu buah panci dan satu batang bambu sebagai alat pengaduk. Barang bukti diamankan dari Suwono berupa 9 kg serbuk petasan dibungkus plastik @ 1 kg, 37,5 kg serbuk petasan dibungkus plastik @ 0,5 kg, 21 buah petasan siap ledak diameter 9 cm, 5 kardus petasan siap ledak diameter 2 cm, 32 lembar kertas sumbu.

Sebanyak 91 gelondongan bahan petasan kosongan, 2 barang bambu alat linting panjang 20 cm, satu buah gunting, satu buah lem kertas, satu batang kayu, satu batang obeng dan satu buah entong. Barang bukti diamankan dari Roib berupa 11 kg serbuk petasan dibungkus plastik @2,5 kg, 1,5 kg serbuk petasan dibungkus plastik @15 kg.

Sebanyak 172 buah petasan siap ledak diameter 9 cm, 195 buah petasan siap ledak 7 cm, 412 buah petasan siap ledak diameter 4 cm, 7 rentengan petasan panjang @ 3 meter, 27 lembar kertas sumbu, 26 buah kertas kardus, 12 batang bambu alat lintingan, satu buah gunting, satu buah lem kertas, satu batang kayu.

Satu buah entong dan tiga buah obeng. Total barang bukti yang diamankan yakni serbuk petasan sebanyak 69,5 kg dan petasan sebanyak 2.237 buah. Akibat perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar