Hukum & Kriminal

Dijebloskan Penjara Gara-gara Jual Tanah Fasum

Sidoarjo (beritajatim.com) – Diduga menjual tanah fasum di perumahan Prambon Asri, H. Moch Suud (52) warga Desa Prambon RT 06 RW 01, Kec. Prambon, dijebloskan ke penjara.

Kapolsek Prambon AKP Sumarsono menceritakan, jual beli tanah fasum itu terjadi sekitar tahun 2016 lalu. Tersangka menawarkan tanah fasum di Blok C 8 dan I-7B itu kepada Joko Prayitno, warga Krian dengan harga total Rp 90 juta.

“Mulanya korban tak tertarik. Setelah dirayu oleh tersangka, akhirnya korban bersedia membeli,” kata AKP Sumarsono, Kamis (1/8/3019).

Sumarsono menambahkan, setelah sepakat soal jual beli itu, korban menyerahkan uang sebesar Rp 80 juta kepada tersangka. Namun, hal yang tak terduga dialami korban saat hendak membangun tanah yang sudah dibelinya itu.

Korban diprotes warga setempat saat hendak memulai pembangunan. Pasalnya berdasarkan perencanaan perumahan, tanah itu akan dibangun fasum.

“Memang statusnya tanah fasum, tapi tersangka menjanjikan hal itu bisa diubah,” jelasnya.

Merasa ditipu, korban pun meminta untuk membatalkan jual beli itu kepada tersangka. Sayangnya, tersangka tak kunjung mengembalikan uang dan sulit dihubungi.

Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Prambon. Tak lama berselang, polisi berhasil mengamankan tersangka yang dulunya juga pengembang perumahan itu.

Kini iapun harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dibalik jeruji penjara. Ia bakal dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar