Hukum & Kriminal

Diiming-iming Uang Jajan, Kakek 70 tahun di Mojokerto Diduga Cabuli Bocah SD

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Laporan kasus pencabulan dengan korban anak dibawah umur diterima Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Kali ini, seorang kakek warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ST (70) dilaporkan tetangganya sendiri.

Kasus tersebut dilaporkan ibu korban, RV (12) ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto pada minggu lalu. Korban yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut diduga menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri. Yakni dengan modus diiming-imingi uang jajan agar korban mau menuruti nafsu bejat pelaku.

Dalam laporan ibu korban, JW (49) jika pencabulan tersebut terjadi pada, Jumat (19/6/2020) lalu sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, korban yang berada di area rumah pelaku tiba-tiba dipanggil pelaku. Korban tiba-tiba diiming-imingi uang jajan oleh pelaku sebagai syarat, korban harus menuruti hasrat bejat pelaku.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati membenarkan, terkait laporan ibu korban tersebut. “Peristiwa dugaan pencabulan ini baru dilaporkan minggu lalu. Sehingga masih dalam penyelidikan penyidik, penyidik masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi-saksi (pulbaket),” ungkapnya, Selasa (30/6/2020).

Termasuk, lanjut Kasubbag Humas, meminta keterangan ibu korban selaku pelapor. Sebagai barang bukti awal, penyidik sudah mengantongi hasil visum et repetum dengan nomor : R/22/VI/KES.3/2020/Reskrim/SPKT Polres Mojokerto. Namun ST yang dilaporkan dalam kasus pencabutan tersebut belum diperiksa.

“Status ST yang sudah lanjut usia ini memang tetangga korban. Dalam laporan ibu korban, aksi dugaan pencabulan dilakukan di rumah pelaku. Berapa jumlah uang yang diberikan oleh pelaku? Sejauh ini masih proses penyelidikan. Termasuk, soal motif dugaan pencabulan tersebut,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar