Hukum & Kriminal

Dihukum Seumur Hidup, Komplotan Pengedar Sabu Menangis

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki menjatuhkan hukuman seumur hidup pada tiga terdakwa yang menjadi komplotan pengedar sabu-sabu sebanyak 13,5 kilo tersebut. Tiga terdakwa tersebut adalah Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap ketiga terdakwa masing masing seumur hidup,” kata Ketua Majelis Hakim Maxi Segarlaki.SH.MH, saat membacakan amar putusannya di ruang sidang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (10/4/2019).

Menurut majelis hakim, tidak ada alasan pembenar atau pemaaf yang dapat membebaskan ketiga terdakwa dari jeratan hukum. Karena ketiga wanita cantik yang ditangkap petugas Ditreskoba Polda Jatim ketiganya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Perbuatan terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika,” kata Hakim Maxi Sigarlaki ketika membacakan pertimbangan hukumnya.

Disaat yang sama, Majelis Hakim juga memutuskan terhadap dua terdakwa lain yakni Budi Santoso dan Enik Setiyawati yang keduanya dijatuhi hukum pidana masing-masing selama 20 tahun untuk Budi dan 18 tahun untuk Enik. Karena keduanya juga merupakan komplotan dari ketiga terdakwa yang divonis seumur hidup.

Usai mendengarkan putusan terdakwa Budi dan Enik yang lebih ringan. Ketiga terdakwa vonis seumur hidup langsung meminta kepada hakim untuk membacakan nota pembelaan atau pledoi yang telah diajukan sebelumnya. “Tolong pak Hakim mohon dibacakan lagi pledoi kami. Apakah tidak ada keringanan bagi kami bertiga,” kata Amalia Naru kepada Majelis Hakim.

Mendengarkan permintaan terdakwa Majelis Hakim Maxi Sigarlaki menyarankan untuk mengunakan hak hukumnya. “Silakan anda mengunakan hak hukumnya, kalau mau banding masih ada waktu selama tujuh hari, kan sudah diberikan kesempatan,” kata Maxi.

Sementara itu, usai persidangan, ketiga terdakwa tersebut tak berhenti menangis dan meratapi nasib. Ketiganya pernah menjalani tahanan dengan perkara yang sama. Vonis terhadap para budak narkotika tersebut sesuai dengan tuntutan Kejati Jatim melalui JPU Hendro Sasmito.SH, yang dibacakan dalam persidangan sebelumnya.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa wanita cantik tersebut ditangkap Ditreskoba Polda Jatim sekitar Agustus 2018. Mereka ditangkap di Pelabuhan Semarang saat hendak mengantarkan barang haram itu ke terdakwa Budi Santoso dan Enik Setiyawati di salah satu hotel di kawasan Mojokerto.

Saat petugas menggeledah barang bawaan para terdakwa, petugas menemukan dua bungkus besar berisi sabu-sabu dalam tas kain warna putih kombinasi merah yang dibawa Aliefianti. Sabu tersebut dibungkus kardus menjadi sepuluh bungkusan besar. Total sabu yang ditemukan seberat 13,5 kilogram.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Budi Santoso serta Enik Setyawati melalui sistem ranjau yang biasa digunakan para pengedar narkoba. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar