Hukum & Kriminal

Digerebek Polisi, Pengedar Sabu Buang Barang Bukti ke Bak Mandi

Sumenep (beritajatim.com) – Noven Arifianto (39), warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep dibekuk aparat Satreskoba Polres setempat karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu.

“Tersangka ditangkap di rumahnya, tepatnya di kamar mandi. Saat ditangkap, tersangka berusaha membuang barang bukti berupa sabu ke bak mandi,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (9/9/2020).

Penangkapan Noven merupakan pengembangan dari tersangka Ahmad Khoiri (45), juga warga Desa Lenteng Timur yang ditangkap lebih awal. “Tersangka Khoiri ditangkap di gardu Pasar Lenteng, tepatnya di Dusun Jepun Timur, Desa Lenteng Timur,” ungkap Widiarti.

Penangkapan Khoiri berkat informasi masyarakat. Tersangka dicurigai kerap bertransaksi dan mengkonsumsi sabu. Aparat juga mendapat informasi bahwa tersangka melakukan transaksi sabu dan akan melakukan pesta sabu di sebuah gardu di pasar lenteng.

Petugas pun langsung melakukan penangkapan disertai penggeledahan. Saat digeledah, ditemukan barang bukti berupa satu poket sabu dan seperangkat alat hisap. Setelah ditunjukkan, Khoiri mengakui bahwa sabu itu adalah miliknya yang didapat dari seseorang bernama Noven.

“Dari pengakuan itulah, anggota Satreskoba langsung menuju rumah Noven dan melakukan penangkapan serta penggeledahan. Pelaku tak bisa mengelak karena ditemukan sejumlah barang bukti,” paparnya.

Barang bukti yang disita dari Khoiri berupa satu poket sabu dengan berat kotor 0,30 gram, seperangkat alat hisap terdiri dari sebuah bong terbuat dari botol palstik dan pipet kaca yang diduga terdapat sisa sabu. Sedangkan barang bukti yang disita dari tersangka Noven berupa lima poket sabu dengan berat keseluruhan 1,5 gram.

“Saat ini kedua tersangka berikut barang buktinya diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres Sumenep guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ucap Widiarti. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar