Hukum & Kriminal

Diduga Penipuan, PT Wiji Jati Lestari Pengembang Perumahan Villa Jati Dilaporkan Polisi

Waka Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono

Sidoarjo (beritajatim.com) – Diduga jadi korban penipuan pihak pengembang PT. Wiji Jati Lestari (WJL), Widayanti, warga Medokan Ayu Rungkut Surabaya melapor ke Mapolresta Sidoarjo.

Widayanti mengatakan, dirinya ingin membeli rumah baru di perumahan Villa Jati yang berlokasi di Dusun Prumpon Desa Suruh Kecamatan Sukodono senilai Rp 435 juta pertengahan September 2019 lalu.

Namun setelah membayar tanda ikatan jadi dan membayar angsuran beberapa kali hingga senilai Rp 51,5 juta, rumah tersebut tak kunjung dibangun oleh pihak developer. “Saya sudah membayar tanda jadi, mengangsur beberapa kali, sampai sekarang rumah tersebut belum dibangun. Karena merasa ditipu, saya lapor ke Mapolresta Sidoarjo,” katanya, Kamis (17/9/2020).

Dirinya juga kaget ada yang memberi tahu bahwa sawah yang rencananya akan dibangun perumahan itu masih milik petani.

Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono membenarkan laporan Widayanti terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Dalam perkara ini, yang dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan adalah PT. Wiji Jati Lestari, developer perumahan Villa Jati. “Lokasi perumahan yang dilaporkan ada di Sukodono dan kantor pemasarannya di Ruko Citra Garden Desa Entalsewu Kecamatan Buduran,” terangnya.

Imam menjelaskan, awal mula kejadian penipuan dan penggelapan itu terjadi ketika korban Widayanti mendapatkan brosur dari marketing PT. Wiji Jati Lestari yang menawarkan perumahan Villa Jati.

Setelah melihat brosur itu dan cocok dengan harga penawaran, Widayanti memutuskan untuk membeli rumah yang harganya Rp 435 juta. “Korban langsung membayar tanda jadi senilai Rp 1,5 juta pada pertengahan September 2019 lalu,” terangnya menyebut pengakuan pelapor.

Pada akhir September 2019, Widayanti mengaku melakukan pembayaran sebesar Rp 25 juta. Dan akhir Oktober 2019, korban mengangsur lagi sebesar Rp 25 juta. “Total uang yang sudah dibayarkan Widayanti sebesar Rp 51,5 juta,” rinci Imam.

Dalam perjanjian awal antara user dan developer, perumahan itu akan segera dibangun. Namun sampai setahun belum dibangun juga.

Bahkan setelah korban menanyakan ke Pemdes Suruh, ternyata sawah itu pembayarannya ke pemilik lahan atau petani, belum dilunasi. “Sawah itu belum ada proses jual beli,” ungkapnya.

Masih menurut mantan Kasatreskoba Polres Pasuruan Kota itu, PT. Wiji Jati Lestari ini pernah juga dilaporkan oleh user atau pembeli perumahan. Satreskrim Polresta Sidoarjo akan mencari tahu, siapa pemilik PT atau yang bertanggungjawab. “PT Wiji ini sudah sering dilaporkan user,” pungkasnya. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar