Hukum & Kriminal

Diduga Korupsi Dana Kapitasi, Direktur RSUD Kanjuruhan Terancam 20 Tahun Penjara

Malang (beritajatim.com) –Kejaksaan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang menetapkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Abdurrachman sebagai tersangka kasus korupsi dana kapitasi. Saat ini, Abdurrachman masih menjabat sebagai Direktur RSUD Kanjuruhan, Kota Kepanjen, Kabupaten Malang.

Abdurrachman juga pernah menjabat cukup lama sebagai Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, Kabupaten Malang.

Saat menjabat Kadinkes, Abdurrachman diduga merugikan keuangan negara senilai lebih dari Rp 8 miliar. Abdurrachman memotong jasa pelayanan dan operasional pada seluruh Puskesmas (39 Puskesmas-red) se Kabupaten Malang. Dimana setiap bulannya, dana kapitasi di Puskesmas harus dipotong 7 persen.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Abdul Qohar mengatakan, jika Abdurrachman bakal dijerat pasal 2 juncto pasal 3 juncto pasal 12 huruf e, Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancaman hukumannya adalah minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” ucap Abdul Qohar, dalam konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Jalan Sumedang Kepanjen, Senin (13/1/2020).

Selain Abdurrachman, pihak Kejaksaan juga menetapkan satu tersangka lain dalam kasus tersebut. Dia adalah Kepala Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Yohan Charles L.

Belakangan diketahui, ternyata Yohan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus lain. Yohan bahkan terbukti juga mengkorupsi dana Poskesdes yang dibiayai APBD Kabupaten Malang senilai lebih dari Rp 600 juta.

“Yohan Charles sudah jadi tersangka di perkara lain. Sudah putus. Perkara korupsi honor Poskesdes, ini dana dari APBD. Tapi yang bersangkutan saat ini sedang ajukan banding. Kita juga begitu, banding, maka perkara ini belum inkrah. Dalam perkara ini kerugian negara mencapai Rp 676 juta,” terang Abdul Qohar.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, kedua orang tersebut belum ditahan. Pihak Kejaksaan berpandangan, selama ini kedua tersangka masih koorperatif.

“Sudah kita periksa dan panggil sampai tiga kali. Semua hadir. Ya nanti kita lihat, untuk penahanan,” Abdul Qohar mengakhiri.

Beritajatim.com sempat mencari keberadaan Abdurrachman di ruang kerjanya selaku Direktur RSUD Kanjuruhan, Kota Kepanjen, untuk konfirmasi atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun yang bersangkutan, menurut security RSUD dan sejumlah staf rumah sakit milik Pemkab Malang itu tidak kelihatan sejak pagi hari.

“Pak Direktur tidak ada ditempat mas. Sementara Pak Wadir dan bagian Humas baru saja menggelar rapat,” terang salah satu security RSUD.

Beberapa pegawai juga mengaku Abdurrachman sudah tidak kelihatan sejak pagi hari ini. “Kalau hari Jumat dan Sabtu kemarin pak Direktur masih kelihatan, hari ini beliau gak ngantor,” ucap salah satu staf RSUD. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar