Hukum & Kriminal

Diduga Ilegal, Satpol PP Sampang Tutup Lokasi Tambang Pasir Desa Rabiyan

Penutupan tambang pasir ilegal oleh Satpol PP, Kamis (27/2/2020).

Sampang (beritajatim.com) – Diduga tidak mengantongi izin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup lokasi penambangan pasir di Desa Rabiyan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Plt Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP, Moh. Jalil mengatakan, penutupan lokasi penambangan pasir di Desa Rabiyan, Ketapang, atas dasar laporan dari kepala desa (kades) setempat terkait dengan adanya kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas penambangan pasir.

Aktivitas penambangan pasir di lokasi itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat.

Dalam Pasal 11 disebut bahwa setiap orang atau badan melakukan kegiatan usaha yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan wajib memiliki izin gangguan dan atau izin lingkungan sesuai ketentuan dan perundang-undangan. “Karena melanggar Perda dan ditambah tidak mengantongi izin, Maka aktivitas penambangan pasir di desa itu kami tutup,” terangnya, Jum’at (28/2/2020).

Lanjut Jalil, aktivitas penambangan pasir di lokasi tersebut sudah berjalan lebih dari lima tahun. Sebelum melakukan penutupan lokasi, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Camat, Polsek, Kodim, Kepala Desa (Kades), dan tokoh masyarakat. Tujuannya agar tidak terjadi kesalah pahaman antara petugas dengan warga. “Kami tidak memutus mata pencaharian warga, melainkan lebih kepada mangajak warga untuk tidak melanggar peraturan,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Marnalam perangkat Desa Rabiyan menuturkan, selama ini pihaknya sudah sering memberikan teguran dan meminta kepada warga agar tidak melakukan penambangan pasir di lokasi tersebut. “Awalnya penambangan pasir itu alasannya sebagai penahan ombak, ternyata pasirnya dijual,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar