Hukum & Kriminal

Diduga Ikut Aliran Sesat, Seorang Ibu di Malang Sekap 4 Anak Kandungnya Belasan Tahun

Malang (beritajatim.com) – Seorang ibu di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diduga menyekap 4 anak kandungnya sendiri selama belasan tahun. Keempat putrinya itu, baru bisa dibebaskan tim Muspika Pakis, Jumat (3/1/2020).

Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariah mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Polres Malang, kasus ini terbongkar lantaran anak pelaku yang ke 4, berinisial AM (36) berhasil keluar rumah, dan diketahui oleh salah satu warga, dan dilaporkan ke pihak aparat desa.

“Setelah mendapat laporan tersebut, tim dari Muspika sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Desa Banjarejo, RT 04/ RW 02 Pakis,” ungkapnya.

Menurut Ainun, pelaku telah melakukan penyekapan kepada empat anaknya lantaran diduga menganut aliran sesat. “Pengakuan dari pelaku, dia melakukan penyekapan ini lantaran adanya bisikan jika anak-anaknya tidak boleh keluar rumah dan bermain dengan tetangganya. Warga sekitar awalnya tidak curiga, ketika ditanya keberadaan anak-anaknya, pelaku mengaku jika para putrinya bekerja di luar negri,” jelasnya.

Mengetahui adanya kejadian tersebut, lanjut Ainun, jajaran kecamatan, koramil, dinas sosial, perangkat desa, dan polisi akhirnya mendatangi rumah pelaku berinisial AR (62). “Keempat anak dan pelaku saat ini kami bawa ke RS Jiwa Porong untuk dilakukan observasi,” tegasnya.

Akibat penyekapan tersebut, tambah Ainun, putri kedua dan ketiga pelaku diduga mengalami depresi. Namun, putri yang pertama dan yang ke-4 bisa diajak komunikasi.

“Saat dievakuasi, anak yang pertama dan ke empat bisa diajak komunikasi, berbeda dengan anak yang ketiga dan kedua yang sempat berontak. Mereka tetap dievakuasi, ke RSJ Lawang. Diperkirakan penyekapan tersebut selama sekitar 20 tahun,” paparnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar