Hukum & Kriminal

Diduga Gelapkan Mobil Rental, Oknum Anggota Polres Malang Kota Diamankan

Kapolres Malang Kota, AKBP Donny Alexander.

Malang(beritajatim.com) – Suwanji Warga Sawojajar, Kota Malang melaporkan oknum anggota polisi berinisial L ke Polres Malang Kota atas dugaan kasus penggelapan mobil rental. L dilaporkan ke Polres Malang Kota sejak Selasa (22/10/2019) lalu.

Kini L sudah diamankan oleh Pengamanan Internal (Paminal) dan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Malang Kota. Kasus ini bermula saat L menyewa mobil rental milik Suwanji di kawasan Sawojajar. Dia menyewa sejak 2 Juli 2019.

Hampir tiga bulan lebih mobil rental Kijang Innova bernopol N 813 BR itu tidak terbayar oleh L. Saat ditagih oleh Suwanji, L hanya berjanji akan segera membayar dan mengembalikan mobil rental yang disewa. Total kerugian selama mobil disewa oleh L sekitar Rp 250 juta.

Kapolres Malang Kota, AKBP Doni Alexander membenarkan telah menerima laporan itu. Dia menyebut, kasus L sedang diproses oleh Paminal dan Propam Polres Malang Kota. Doni memastikan hukum akan tetap berjalan secara profesional meski terlapor seorang polisi.

“Kita pastikan proses berjalan secara profesional prosedural dan transparan. Selama itu ada laporan polisi, kita semuanya sama derajatnya di mata hukum, proses hukum lah yang kita kedepankan,” kata Doni, Rabu (30/10/2019).

Ternyata Suwanji bukan korban satu-satunya dari L. Salah satu korban lainnya adalah Wahyu. Bahkan mobil Wahyu digelapkan oleh L sejak tahun 2017. Wahyu mengatakan, saat itu salah satu mobil rental miliknya hilang. Lantas, dia meminta bantuan ke L untuk mencari mobil yang hilang itu.

L menawarkan bantuan dengan syarat, Wahyu bersedia meminjamkan mobil Innova miliknya. Wahyu pun menurutinya. Ternyata mobil itu digadaikan ke sebuah perusahaan leasing atas nama Wahyu. Dia baru mengetahui mobil miliknya digadai setelah pihak leasing menagih tagihan kepada dirinya.

“Ternyata mobil yang saya pinjamkan, digadaikan atas nama saya. Saya akhirnya ditagih terus sama leasing. L saya tagih hanya janji-janji, digadaikan Rp90 juta saya cuma dikasih Rp20 juta,” tandas Wahyu. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar