Hukum & Kriminal

Diduga Emosi Tiga Anggota Keluarga Dicoret dari Penerima BLT DD, Bayan Aniaya Mudin

Kaur Kesra (modin) Moch Ajib menunjukkan surat rawat inap di Puskesmas Tarik

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kelakuan Nanang sebagai Kasi Perencanaan Desa Sebani Kecamatan Tarik, tak pantas ditiru. Ia diduga menganiaya Kaur Kesra (modin) Moch Ajib, saat antre menunggu pencairan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa. Korban dan warga yang tak terima perilaku aparat desa itu, langsung melapor ke Mapolsek Tarik.

Kaur Kesra Desa Sebani Moch. Ajib menceritakan penganiayaan itu bermula saat dirinya dipanggil ke ruangan perangkat Desa Sebani. Di ruangan, sudah ada pelaku Nanang dan perangkat Desa Sebani yang lain.

Ketika dirinya masuk ruangan, pelaku langsung mengepalkan tangan dan memukulnya. “Saat saya masuk ruangan, tiba-tiba pelaku langsung (memukul, red),” katanya, Senin (1/6/2020).

Ada dua saksi mata yang mengetahui perkara penganiayaan tersebut, yakni Sudar dan Zainuri. Keduanya berusaha melerai pelaku, namun pelaku masih membabibuta memukulinya.

Tak puas dilerai, pelaku lantas mengangkat kursi yang akan dipukulkan ke korban. Namun saat itu aksi pelaku berhasil dicegah oleh rekan perangkat korban. “Saat pelaku mau memukul dengan kursi, dilerai oleh perangkat lain,” tambah Ajib.

Usut punya usut, Nanang emosi dan sampai tega menganiaya modin, diduga sakit hati. Karena lima keluarga Nanang yang dimasukkan daftar penerima BLT, tiga diantaranya dicoret oleh Modin. “Bayan Nanang memasukkan nama istrinya, orang tuanya, adik iparnya, keponakannya dan mertuanya. Masa sekeluarga dimasukkan semuanya,” imbuh dia.

Dari kelima keluarga Kasi Perencanaan Desa Sebani itu, masih menurut Ajib, ada dua yang layak menerima BLT. Dan yang tiga yakni orang tuanya, istrinya dan keponakannya tak layak menerima. Maka dari ketiganya dicoret dari daftar penerima. “Diduga karena pencoretan itulah Bayan Nanang emosi dan memukuli saya,” ungkapnya.

Kapolsek Tarik AKP Zulkipli Ahyat Musa membenarkan peristiwa penganiaan tersebut dan laporan pihak korban. Langkah-langkah yang dilalukan penyidik yakni menerima laporan korban, kemudian membawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum. “Kasusnya penganiayaan yang dilakukan oleh sesama perangkat ini masih proses. Saksi-saksi, termasuk korban juga sudah kami mintai keterangan,” tandasnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar