Hukum & Kriminal

Diduga Ada Pungli Pembuatan SIM, Mahasiswa Datangi Satlantas Polres Sampang

Audensi Formasa di Satlantas Polres Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Ada dugaan praktek pungutan liar (pungli) dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di lingkungan Satlantas Polres Sampang, Madura.

Menyikapi dugaan itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menggelar audiensi dengan Kasat Lantas setempat.

Arifin ketua Formasa mengatakan, audensi yang dilakukan kali ini berdasarkan keluhan masyarakat yang menjadi korban pungli pembuatan SIM oleh oknum, dengan tarif Rp 800 ribu untuk pembuatan SIM C, kemudian SIM A1 sebesar Rp 1 juta. Padahal dalam UU di sebutkan untuk SIM C hanya Rp 100 ribu dan SIM A Rp 120 ribu.

“Banyak masyarakat yang mengeluh. Bahkan kami telah menerjunkan tim dari kalangan mahasiswa untuk kroscek adanya pungli tersebut,” kata Arifin di hadapan Kasatlantas Polres Sampang, Kamis (2/7/2020).

Menangapi audien, Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal berjanji akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya untuk memastikan informasi yang disampaikan para mahasiswa terkait adanya pungli.

“Kami akan evaluasi sekaligus melakukan penindakan jika memang ada oknum calo yang melakukan pungli terhadap masyarakat yang akan membuat SIM,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar