Hukum & Kriminal

Diduga Ada Penyelewengan Bantuan Puso, Petani di Bojonegoro Lapor Polisi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah petani di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro melaporkan adanya dugaan penggelapan bantuan padi yang mengalami puso atau bantuan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dalam kasus tersebut para petani menduga bantuan asuransi pertanian itu tidak disalurkan oleh kelompok tani desa setempat.

Salah seorang petani Desa Kumpulrejo, Lasminah menilai penyaluran yang dilakukan kelompok tani (Poktan) Langen Tresno Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas tidak transparan. Selain itu, diduga ada uang bantuan dana puso yang masuk ke rekening pribadi ketua Poktan.

Dia membeberkan bahwa, uang yang diterimanya sebesar Rp 525 ribu sebenarnya dana tersebut sebesar Rp 11,640 juta untuk tani. “Warga yang lain juga sama, ada yang dikasih antara Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu,” ujarnya, Sabtu (14/11/2020).

Jumlah dana bantuan yang diberikan kepada warga kelompok tani sebetulnya sebanyak Rp 178 juta, dan setiap tani mendapat Rp 11 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada 20 orang dengan jumlah nominal Rp 500 ribu, serta beberapa orang lainnya dengan jumlah Rp 300 ribu.

“Diketahui juga sebanyak Rp 78 juta masuk ke rekening pribadi ketua kelompok tani dan inilah yang menimbulkan warga geram hingga menggeruduk Dinas pertanian dan lanjut melapor ke Polres Bojonegoro,” ungkapnya.

Sebelum mendatangi Mapolres Bojonegoro, warga Desa Kumpulrejo yang didampingi Pemuda Pancasila mendatangi kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro untuk mediasi. Mediasi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto. “Ini perlu diapresiasi, keberanian untuk kemajuan petani secara keseluruhan di wilayah bojonegoro,” ungkap Wabup.

Dalam mediasi Budi Irawanto mengatakan, pada prinsipnya pemerintah ini terbuka, sehingga jika ada masalah maka pemerintah harus hadir dan mencari solusi bersama, agar masyarakat tidak dirugikan. Sudah seharusnya, lanjut dia, bantuan padi yang mengalami puso akibat imbas kekeringan tersebut diberikan langsung kepada petani tanpa ada potongan.

“Bantuan asuransi dari PT Jasindo ini sama sekali tidak ada potongan, jika ada oknum yang ingin melakukan pemotongan dana asuransi atau hibah, maka kami siap untuk dijadikan tameng apabila ada pihak-pihak yang mengatasnamakan dan mencatut nama Pemerintah Bojonegoro,” tegasnya.

Wabup Bojonegoro berharap bahwa, tidak dibenarkan jika ada bantuan hibah ada pemotongan. “Jika ada pemotongan bantuan hibah maka masyarakat harus berani melaporkan agar oknum pemotong bantuan ini diproses hukum,” pungkasnya.

Sedangkan, Heriyanto Korlap Pemuda Pancasila yang mendampingi warga mengatakan, kasus ini akan tetap dikawal sampai selesai, karena dana ini sudah terpotong di kelompok tani, tadi untuk mediasi tidak ada titik temu. “Kami melaporkan masalah ini ke polres untuk ditindak lanjuti,” katanya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Parni Purwati EY Desa Kumpulrejo saat di mintai keterangan dirinya tidak mau berkomentar. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar