Hukum & Kriminal

Dicuri dari Kandang, Sapi Warga Mojokerto Ditemukan Tanpa Kaki di Tengah Hutan Kayu Putih

Kandang sapi tempat sapi korban dicuri maling. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) membuat pemerintah dan aparat kepolisian melakukan sejumlah langkah antisipasi. Hal ini justru dimanfaatkan kawanan maling ternak di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

Seekor sapi milik warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/3/2020) hilang dari kandangnya. Sapi milik tulus ini ditemukan di tengah hutan kayu putih tinggal badan dan kepala, sementara empat kakinya telah terpotong dan dibawa kabur.

Kakak korban, Pariamin mengatakan, sapi milik adiknya diketahui hilang dari kandang saat pagi hari. “Tahu-tahu sapi milik adik saya sudah tidak di kandang. Subuh, sekira pukul 04.00 WIB saat mau kasih makan ternyata di kandang sudah tidak ada. Langsung dicari tapi tidak ada,” ungkapnya.

Korban kemudian menelusuri keberadaan sapi milik korban dengan cara mengikuti jejak kaki sapi. Pasalnya, di desa mereka usai turun hujan sehingga jejak langka kaki berbekas dan masih terlihat di tanah. Setengah jam berselang, upaya pencarian pun menemukan hasil.

“Sapi adik saya ditemukan berjarak 1 KM dari rumah tapi sudah dalam kondisi mati dan terpotong-potong, 4 kakinya sudah hilang dan hanya menyisakan kepala dan tulang pada bagaian badan. Yang diambil bagian dagingnya saja, kejadian ini sudah saya laporkan ke polisi,” tegasnya.

Salah satu warga, Suprapto menambahkan, jika pencurian hewan ternak di desanya memang sering terjadi. “Dua tahun yang lalu, pencurian hewan ternak juga terjadi di desa kamu. Kalau dulu dimasukan ke dalam mobil, tapi sekarang di sembelih di hutan dan hanya diambil bagian dagingnya saja,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Jetis, Kompol Subiyanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Anggota sudah melakukan olah TKP dan kita juga akan meminta keterangan korban dan saksi,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar