Hukum & Kriminal

Diborgol, Imam Nahrawi Digelandang ke Rutan Pomdam Guntur

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Dengan tangan diborgol dan rompi tahanan warna oranye, mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu digelandang ke rumah tahanan Pomdam Jaya Guntur.
“IMR (Imam Nahrawi, red) Menteri Pemuda dan Olahraga 2014-2019 ditahan 20 hari pertama di rutan Pomdam Jaya Guntur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (27/9/2019).
Imam ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan suap terkait Penyaluran Pembiayaan dengan Skema Bantuan Pemerintah Melalul Kemenpora pada KONI TA 2018.
Sementara, Pengacara Imam Nahrawi, Soesilo Ariwibowo, menyebut tidak ada urgensinya dalam penahanan kliennya itu. Menurutnya, kliennya itu tidak mungkin melarikan diri. Dia menyebut Nahrawi telah dicegah ke luar negeri.
“Sekarang juga sudah dicegah ke luar negeri, mengulangi perbuatannya, saya kira tidak akan terjadi,” ujarnya.
Seperti diketahui, Imam diduga menerima aliran dana mencapai Rp 26,5 miliar. Uang tersebut diterima dalam rentang 2014 2018, Imam melalui Miftahul sejumlah Rp14,7 miliar. Selain, penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Menteri Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.
Penerimaan diduga terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.
Poses penyelidikan dilakukan sejak 25 Juni 2019. KPK juga telah memanggil Imam sebanyak 3 kali, namun yang bersangkutan tidak menghadiri permintaan keterangan tersebut, yaitu pada 31 Juli, 2 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019.
Para tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 8 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.  (hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar