Hukum & Kriminal

Dibayar Murah, Begini Pengakuan Kurir Sabu Terminal Bungurasih

Petugas Satnarkoba Polrestabes Surabaya saat menggelar perkara bersama jurnalis di Mapolrestabes, Surabaya, Senin (26/4/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Mansyur (37) dan Riski Ipham (21) warga Ngagel, Surabaya tergolong nekat melawan hukum. Sebagai kurir yang mengambil sabu seberat 1 kg lebih dan memecahnya menjadi paket 100 gram, kedua pelaku ternyata hanya diberi bayaran sebanyak Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta saja.

Gaji kecil yang tak sebanding dengan risiko ini membuat kedua pelaku terima karena terdesak ekonomi. Kepada jurnalis, Mansyur yang banyak tertawa saat diinterogasi Kaaat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, mengaku sudah enam bulan menjadi kurir.

“Sudah enam bulan dan traksaksi sekitar 10 kali. Selalu ambil dengan cara ranjau di Terminal Bungurasih. Sekali kerja dapat upah Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” jelasnya.

Lanjut Mansyur, dirinya mengaku jika traksaksi terakhir sangat banyak. Tercatat usai ditimbang ada 1 kg lebih paket sabu ini. Melihat sabu yang cukup banyak ia mengaku jika bingung dan bahkan sempat tersirat akan ia buang. Tapi karena faktor kebutuhan, ia tetap menimbang dan memisahkan sabu dengan paket lebih kecil.

Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian bersama Kanit Tim Sus Iptu Yudhi menjelaskan, pelaku meski sudah kepergok di rumah kos masih melawan. Bahkan, saat digrebek, Mansyur ini lari ke atap genteng dan dikejar petugas.

“Awalnya kita grebek mereka saat menimbang sabu. Tapi saat petugas melakukan pendobrakan pintu, satu pelaku lari ke atap rumah,” jelasnya.

Usai lari dan dikejar, petugas pun meminta pelaku untuk turun. Namun, lanjut Memo, pelaku justru nekat lari. Sampai akhirnya petugas melepaskan tembakan peringatan. Tak diindahkan juga oleh pelaku, petugas menembak pelaku dengan melumpukan kakinya.

“Usai kita lumpuhkan kaki kirinya pelaku pun menyerah dan tak bisa apa-apa. Kita akan kenakan pasal 112 yakni tentang penyalahgunaan narkotika,” tandas Memo. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar