Hukum & Kriminal

Dibawa KPK ke Jakarta, Bupati Sidoarjo: Aku Dewe Gak Ruh kok

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Rabu (8/1/2019). Foto: Manik/bj.com

Surabaya (beritajatim.com) –  Setelah menjalani pemerikaan selama kurang lebih 10 jam,  Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan enam orang lainnya akhirnya keluar ruangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim sekira pukul 04.30 WIB.

Saat keluar ruangan,  Bupati Sidoarjo menggunakan peci warna hitam dan jas warna hitam seperti yang dikenakan saat sore hari kemarin usai melantik pejabat yang dimutasi. Ketika ditanya wartawan terkait dengan kondisi kesehatannya Bupati Sidoarjo mengaku sehat, namun terlihat matanya sayu setelah menjalani pemeriksaan secara maraton.

“Sehat…sehat Ngak ada apa-apa,” kata Saiful Ilah, Rabu (8/1/2020).

Saiful Ilah mengaku tidak tahu terkait pemeriksaat di Mapolda Jatim dan penangkapan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  “Aku dewe nggak ruh kok (saya sendiri tidak tahu,” kata Saiful Ilah.

Saiful Ilah dan lima orang lainnya akhirnya menuju ke sebuah bus dan naik menuju ke bandara Juanda Surabaya.

Saifulah Ilah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dugaan gratifikasi. Selain Bupati, diketahui juga ada lima orang lainnya termasuk Kepala Dinas Penanaman modal serta ajudan Bupati para rekanan kontraktor.

Sementara sebelum Saifulah dan rombongan keluar dari Polda Jatim, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono, juga meninggalkan Mapolda Jatim bersama penyidik KPK.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar