Hukum & Kriminal

Diancam Penjara 9 Tahun, Warga Mojokerto Pelaku Begal Payudara Digugat Cerai Istri

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar merilis pelaku begal payudara. [Foto : Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selain harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku begal payudara berinisial EDW mendapat masalah lain. Dia digugat cerai oleh istrinya.

Bapak tiga anak warga Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini mengaku, sudah beraksi sebanyak enam kali. Aksi pertamanya berangkat dari rasa penasaran.

“Pertama saya penasaran, yang kedua ingin merasakan. Terus setelah saya merasakan, ada sensasinya. Puas. Payudara saja. Iya saya dicerai istri saya pas tahu saya jadi begal payudara,” ungkap EDW saat rilis pegal payudara di halaman Mapolres Mojokerto, Selasa (29/11/2022).

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, aksi begal payudara tersebut terjadi pada Juli 2022. “Dilaporkan di Polsek Trawas dan Polres Mojokerto. Ada dua TKP, Jalan Raya Dusun Belik dan Jalan Raya Sendang Penanggungan Kecamatan Trawas,” katanya.

Kejadian yang pertama tanggal 6 Juli 2022 sekira pukul 10.00 WIB dan tanggal 13 Juli 2022 sekira pukul 10.00 WIB. Pelaku mengaku melakukan aksinya terhadap enam korban namun yang melapor hanya dua orang yakni SON (24) dan NDM (24), warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

“Pelaku ini adalah residivis dan sudah melakukan kasus penjambretan sebanyak dua kali. Satu di Jember dan satu di Mojokerto. Modusnya, korban berkendaraan sepeda motor untuk bekerja melintas dan bertemu dengan pelaku. Alhamdulillah pelaku yang meresahkan ini berhasil diamankan,” ujarnya.

EDW dijerat dengan pasal 289 KUHP dan pasal 6 huruf a UU RI nomor 12 tahun 2022 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan pidana 9 tahun penjara dan penjara selama-lamanya 4 tahun. [tin/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar