Hukum & Kriminal

Di Tengah Masa Sulit, Pelaku Kejahatan Bisa Jadi Luapan Kekesalan Warga

Foto: Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Aksi brutal massa atau warga main hakim sendiri, saat ini kian tak terbendung. Sejumlah pelaku kejahatan, pun menjadi sasaran ’empuk’ warga untuk meluapkan kekesalan.

Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, massa menghantam pelau kejahatan di wilayah hukum Polsek Gubeng. Tak pelak, satu dari pelaku pun babak belur, koma dan satu lagi menghembuskan nyawa saat perjalanan ke rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Gubeng, AKP Sherly menjelaskan, memang aksi main hakim sendiri saat ini susah dicegah. Sebab masyarakat sudah mengalami kesusahan akibat pandemi virus corona, justru ditambah aksi kejahatan yang merebak.

“Sebenarnya kita hanya perlu patuhi aturan PSBB. Jangan keluar malam melebihi waktu PSBB. Sebab jika malam-malam keluar sendirian bisa saja akan diincar pelaku kejahatan. Untuk mengantisipasi aksi main hakim kami akan melakukan patroli lebih rutin dan giat. Supaya jika ada kejadian, petugas langsung bisa sampai lokasi dan melerai sebelum adanya aksi main hakim sendiri,” paparnya kepada beritajatim.com, Senin (11/5/2020).

Tak berbeda jauh, Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin menjelaskan, virus corona sudah membuat warga terdesak ekonomi. Tak hanya warga biasa, tapi juga pelaku kejahatan. Oleh sebab itu, psikologis warga pun seakan tak terbendung hingga berujung pada kekesalan terhadap pelaku kejahatan. Maka warga atau massa pun mengambil langkah main hakim sendiri.

“Psikologis warga sudah mulai merasakan kondisi yang disebabkan pandemi virus corona. Ditambah lagi para pelaku begal, jambret atau pencuri juga semakin nampak. Psikologi ini pun membuat massa atau warga geram sehingga petugas kepolisian harus bekerja ekstra mengawasi. Supaya tak ada tindakan main hakim sendiri,” tandasnya.

Main hakim sendiri tidaklah benar, sebab ada aturan pelaku main hakim sendiri bisa diberi sanksi pidana. Namun aturan yang tertuang dalam UU 351, 70, 406, KUHP ini tak diindahkan warga. Bahkan aksi main hakim juga terjadi di wilayah Krembangan. Kabarnya, satu dari tiga pelaku perampasan ponsel berhasil diamankan warga. Malah, satu orang pelaku menjadi pelampias kekesalan warga dan meninggal dunia di tempat.

“Kita tidak bisa mencegah aksi kekerasan ini sejak awal. Jika kepolisian bisa mencegahnya sejak awal, maka akan beberda jalan ceritanya. Pelaku yang sudah diamankan warga biasanya ta perlah lepas dari aksi brutal dan kekerasan fisik. Sehingga kita akan terus lakukan patroli untuk mengantisipasi aksi brutal warga yang main hakim sendr. Sebab jika salah sasaran bisa-bisa warga atau orang yang menyelamatkan bisa saja jadi korban kekerasan ini,” paparnya.(man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar