Hukum & Kriminal

Sejak Maret 2020

Di Surabaya, Sekitar 75 Ribu Orang Tak Perpanjang SIM

Warga menunjukkan SIM C miliknya yang harusnya diganti baru lantaran masa berlaku sudah habis. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Satuan Lalu lintas Polrestabes Surabaya menyebut ada 1.000 lebih warga memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) per hari. Padahal kepolisian sudah membatasi dan bahkan menutup perpanjangan maupun pembuatan lisensi pengendara baru ini.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra menjelaskan, warga yang perpanjangan SIM selama pandemi Covid-19 ini dapat dispensasi. Padahal tercatat ada 75 hari sejak dibatasinya dan ditutupnya pelayanan perpanjangan SIM hingga hari ini.

“Dispensasinya adalah jika warga yang SIM-nya habis masa berlaku sejak 17 Maret lalu. Maka warga tak perlu bikin SIM baru, cukup perpanjang saja. Sehingga masyarakat tak usah menjalani tes lapangan dan tes materi,” paparnya kepada beritajatim.com, Minggu (31/5/2020).

AKBP Teddy memaparkan, Polrestabes Surabaya memberikan empat titik pelayanan.keempat titik pelayanan ini adalah Mall BGJ, Mall TP 1, Mall Pelayanan Publik Siola dan kantor Colombo. Keempat titik melayani secara total sekitar 1.000 pelayanan per hari. Selain melayani perpanjangan SIM, warga juga bisa membuat SIM baru khusus di kantor pelayanan Colombo.

“Angka 75 ribu perpanjangan SIM ini adalah angka minimum. Sebab perpanjangan dan pembuatan SIM setiap orang tidak hanya satu SIM. Ada yang memiliki beberapa SIM seperti SIM C, SIM A, SIM B, dan juga SIM B1. Sehingga angka 75 ribu itu hanya dipukul rata untuk perpanjangan SIM C,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polri membuat keputusan sementara untuk menentukan masa berlaku SIM yang habis sejak pandemi Covid-19 tak perlu bikin baru.

Masa pandemi tersebut yakni sejak 17 Maret hingga 29 Juni mendatang. Sehingga masa berlaku SIM yang habis di kurun waktu tersebut tak perlu bikin SIM baru.

“Kurun waktu tersebut bisa saja berubah tergantung kondisi pandemi virus nanti. Bisa saja maju atau mundur. Tapi setidaknya warga tak perlu khawatir usai Polri membuat keputusan sementara tersebut,” tandas perwira melati dua ini. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar