Hukum & Kriminal

Di Bawah Umur, 126 Pengendara Terjaring Operasi Zebra Semeru di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 2,6 persen dari total 3.279 pelanggar lalu lintas (lalin) dalam Operasi Zebra Semeru 2019 yang digelar Satlantas Polres Pamekasan, merupakan para pelanggar lalin katagori di bawah umur.

Sebab dalam razia yang digelar selama 14 hari terakhir, terhitung sejak Sabtu (23/10/2019) hingga Selasa (5/11/2019) lalu. Tercatat sebanyak 126 pelanggar di bawah umur terjaring razia yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

“Jenis pelanggaran pengendara selama Operasi Zebra Semeru 2019 variatif, bahkan dari total sebanyak 3.279 pelanggaran, sebanyak 126 di antaranya merupakan pelanggar di bawah umur,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Didik Sugiarto, Sabtu (9/11/2019).

Dari itu pihaknya mengimbau masyarakat khususnya para orang tua, agar bersama-sama waspada sekaligus melarang anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

“Demi mengantisipasi pelanggaran sekaligus kecelakaan lalu lintas, kami mengimbau masyarakat agar menjaga anak mereka dan melarang mengendarai kendaraan bermotor. Selain melanggar tata tertib lalu lintas, juga demi menghindari kecelakaan di jalan raya,” imbaunya.

Selain itu, dari total pelanggaran lalu lintas dalam program rutin tahunan tersebut. Kendaraan roda dua alias motor masih mendominasi pelanggaran dengan mencapai angka sebanyak 3.279 dari total sebanyak 3.706 pelanggaran selama operasi.

Tidak hanya itu, dari total pelanggaran dalam razia tersebut. Sebagian besar merupakan pengendara tidak melengkapi surat-surat yang mencapai angka sebanyak 1.157 pelanggar, sebanyak 945 pelanggar tidak menggunakan helm SNI, 279 pelanggar melawan arus.

“Selain itu, juga tercatat sebanyak 82 pelanggar menggunakan Hp (Handphone), 127 pelanggar tidak memakai safety belt, 1.157 tidak melengkapi surat-surat, dan 990 jenis pelanggaran lainnya,” sambung pimpinan yang akrab disapa Pak Didik.

Namun dari total pelanggaran tersebut, pekerjaan pelanggar yang masih didominasi karyawan swasta yang mencapai angka sebanyak 1.725 pelanggar. Sementara usia pelanggar terbanyak di usia produktif, yakni usia 26-30 tahun sebanyak 1.848 pelanggar.

“Dari itu kami mengimbau kepada masyarakat khususnya para pengendara kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat agar selalu memprioritaskan tertib lalin. Sebab kecelakaan itu berawal dari pelanggaran,” imbaunya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi keselamatan bersama. “Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Stop pelanggaran dan stop kecelakaan, demi keselamatan bersama,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar