Hukum & Kriminal

Desa Terkonfirmasi Pasien Positif Corona di Mojokerto Dilarang Gelar Salat Ied

Mojokerto (beritajatim.com) – Desa di wilayah Kabupaten Mojokerto yang terkonfirmasi pasien pasitif Covid-19 dilarang untuk menggelar salat Ied, Minggu (24/5/2020).

Ada delapan desa di wilayah hukum Polres Mojokerto yang dilarang menggelar salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Yakni Desa Jampirogo Kecamatan Sooko, Desa Mbayung Kecamatan Puri, Desa Luminggir Kecamatan Mojosari, Desa Jiyu Kecamatan Kutorejo, Desa Sumber Tebu di Kecamatan Bangsal, Desa Waru Gunung di Kecamatan Pacet, Desa Kembang Sri di Kecamatan Ngoro dan Desa Sadar Tengah di Kecamatan Mojoanyar.

“Sesuai hasil rapat ada beberapa desa yang menjadi zona merah terkonfirmasi masyarakatnya yang sudah terjangkit covid-19 yakni 15 yang positif (sebelum ada tambahan lima pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, red),” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung, Sabtu (23/5/2020).

Ada kesempakatan dengan Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, tokoh agama dan di desa tersebut dilarang menggelar salat ied berjamaah di masjid dan lapangan. Ini sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto.

“Yakni beberapa desa yang terkonfirmasi ada warga terjangkit Covid-19. Iya ada 170 titik di Mojokerto secara seluruhnya yang bisa menggelar salah ied di masjid dan lapangan. Dengan persyaratan yang sangat ketat, wajib masker, bawa sajadah, tidak salaman, cuci tangan dan protokol lain yang harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sebanyak 170 titik tersebut merupakan daerah masih kategori hijau. Pihaknua berharap, malam lebaran dan salat ied di wilayah hukum Polres Mojokerto berjalan aman dan kondusif. Dalam pengamanan salat ied, pihaknua menghimbau agar anggotanya tetap menjalin sinergitas.

“Agar tetap semangat, jaga stamina, kesehatan, tetap utama keselamatan masing-masing serta protokol kesehatan juga berlaku tidak hanya untuk masyarakat,” tegasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar