Hukum & Kriminal

Denpom Gelar Rekontruksi Pengeroyokan dan Penusukan di Minimarket Wonoayu

Sidoarjo (beritajatim.com) – Detasemen Polisi Militer (Denpom) menggelar reka ulang kasus pembunuhan di minimarket Kecamatan Wonoayu. Rekonstruksi itu juga dijaga ketat oleh puluhan anggota dari TNI dan Polri, Selasa (17/3/2020).

Dalam rekonstruksi itu, petugas membawa tiga tersangka yakni FR, HTS dan RV. Setibanya di lokasi, mereka memperagakan sebanyak 15 adegan. Sementara penusukan diperagakan pada adegan ke-8.

Rekontruksi tersebut merupakan permintaan dari pihak keluarga korban. “Sempat ke Denpom kemarin dari jam 9 itu, ternyata ditunda dari komandannya minta disini. Ya alhamdulillah saya seneng disini lebih jelas dan banyak yang tahu juga,” kata Amalia Khasanah, istri korban.

Atas kejadian yang menimpa suaminya tersebut, Amalia berharap agar ketiga pelaku dihukum seadil-adilnya. “Mintanya ya seadil-adilnya. Meskipun dikurung berapa puluh tahun pun masih bisa dilihat dari pada suami saya,” terangnya.

Peristiwa pengeroyokan dan penusukan itu terjadi 15 Desember 2019 itu bermula saat M Andre Firmasyah (24), bersama istrinya mengendari mobil Toyota W 1072 QD dari Malang menuju pulang ke Wonoayu.

Dalam perjalanan itu mobilnya dipotong oleh mobil lain berjenis Pajero putih saat berada di pertigaan Cemengkalang Sidoarjo. Karena tidak terima, korban mengejar mobil itu.

Sampai di kawasan Jimbaran, ada beberapa sepeda motor yang membuntuti mobil korban. Para pengendara motor itu ikut memepet mobil Andre. Bahkan menggedor-gedor bodi mobilnya.

Dia lantas berinisiatif berhenti di salah satu minimarket dekat Pasar Wonoayu bermaksud mencari tempat aman. Tapi saat turun dari mobil dia sudah disambut oleh sejumlah pengendara motor yang ikut memarkirkan kendarannya di minimarket itu.

Di situlah terjadi pengeroyokan. Setelah para pelaku kabur, Andre diketahui juga mengalami luka tusukan di perut dan nyawanya tidak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar