Hukum & Kriminal

Dengan Uang Rp 20 Ribu, Pengepul Rongsokan Asal Tulungagung Cabuli 19 Bocah Laki-Laki

Tersangka Bang Jek saat dibawa dalam jumpa pers yang dilakukan subdit Renakta Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Dengan iming-iming uang Rp 20 ribu, Muhajar Sidiq alias Bang Jek (42), warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, berhasil mencabuli 19 bocah yang tinggal dekat rumah tersangka.

Tak tanggung-tanggung, aksi bejat sang pengepul rongsokan ini sudah dilakukan sejak tahun 2008 silam. Dan baru sekarang terendus anggota Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim setelah orang tua salah satu korban melapor.

Kasubdit Renakta, AKBP Festo Ari Permana, dalam rilis yang digelar mengatakan, banyaknya korban kekerasan seksual yang dilakukan Bang Jek, karena kasus itu telah terjadi sejak tahun 2008 lalu.

“Sekira tahun 2008 tersangka memiliki kebiasaan hasrat (seksual) terhadap anak-anak dibawah umur,” jelas Festo, Jumat (13/9/2019).

Dikatakan Festo, kasus ini terungkap berkat laporan beberapa korban yang mengaku mendapat perilaku tak senonoh dari tersangka. Kemudian polisi mengusutnya, hingga mendata sedikitnya ada 19 korban yang lain. Kendati demikian, polisi meyakini jumlah korban lebih dari itu.

Usia para korban bervariasi, antara 16 tahun hingga 19 tahun. Semuanya, merupakan tetangga dekat Bang Jek.

Dalam menjalankan aksinya, Bang Jek kerap mengiming-imingi sejumlah uang kepada korban. Supaya, korban bersedia diajak berbuat cabul.

“Tersangka mengiming-imingi sejumlah uang, kemudian mengajak korban kerumah pelaku,” lanjutnya.

Rata-rata uang yang diberikan kepada korban, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Setelah menerima uang itu, oleh tersangka korban diminta telanjang. Hingga terjadilah perbuatan asusila.

Atas perbuatan itu, polisi mengenakan pasal 82 undang-undang nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar